30 Tahun TK Pertiwi Jagalan Solo Tak Tersentuh Perbaikan

Gedung TK Pertiwi 5, Jagalan, Jebres, Solo, yang roboh akibat usia tua, Senin (10/9 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
11 September 2018 10:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Silfi, 5, baru saja tiba di gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi 5, Kampung Jagalan RT 003/RW 015, Jagalan, Jebres, Solo, diantar orang tuanya, Senin (10/9/2018). Pagi itu waktu masih menunjukkan pukul 07.15 WIB.

Ia kaget setelah melihat salah satu atap ruang kelas di TK Pertiwi 5 roboh. Langkah kakinya berhenti di depan pintu masuk sekolah setelah Kepala Sekolah, Evi Setyowati, memberi tahu Silfi hari itu siswa belajar di rumah karena ruang sekolah rusak.

Tanpa banyak bicara, Silfi akhirnya mengikuti perintah gurunya itu untuk belajar di rumah selama dua hari. Siswa TK tersebut akan kembali belajar di sekolah pada Rabu (12/9/2018).

Tak lama kemudian, dia meninggalkan sekolah setelah mengucap salam kepada gurunya itu. “Hari ini [Senin] belajar di rumah karena sekolah sedang diperbaiki, atapnya roboh. Saya enggak tahu penyebabnya apa,” ujar Silfi saat berbincang dengan Solopos.com, Senin.

Kepala Sekolah, Evi Setyowati, membenarkan atap ruang kelas berukuran 5 meter x 8 meter di TK Pertiwi 5 roboh. Robohnya atap ruang kelas yang biasanya digunakan sebagai gudang itu terjadi karena kondisi bangunan sudah tua.

“Kami tidak menggunakan ruang kelas ini selama 1,5 tahun setelah diketahui banyak retakan di bagian atap. Prediksi sekolah ternyata benar pada Minggu pukul 18.00 WIB atap ruang kelas ambruk. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu,” kata Evi saat ditemui Solopos.com di pendapa Kelurahan Jagalan, Jebres, Senin.

Ia mengakui gedung TK Pertiwi selama 30 tahun berdiri belum pernah diperbaiki. Sekolah hanya melakukan tambal sulam bagian luar. Pengurus sekolah sebelum kejadian ini sudah menyusun proposal pengajuan dana perbaikan sekolah ke Pemkot Solo.

“Saya tidak menyangka atap ruang kelas roboh sebelum diperbaiki. Untuk sementara ini proses belajar diliburkan selama dua hari. Rabu besok kegiatan belajar mengajar kembali normal,” kata dia.

Kegiatan belajar mengajar, lanjut dia, sementara dialihkan ke ruang kelas sisi timur yang luasnya hanya 4 meter x 6 meter. Jumlah siswa di TK Pertiwi sebanyak 15 orang. Semuanya siswa TK B. TK Pertiwi ini merupakan milik yayasan Dian Darma Solo.

“Kami sudah medapatkan pengarahan dari lurah dan LPMK kelurahan untuk mengajukan proposal perbaikan ruang kelas yang rusak,” kata dia.

Lurah Jagalan, Nanang, meminta sekolah segera membuat laporan kerusakan TK Pertiwi Jagalan. Ia memperkirakan bangunan ruang kelas yang atapnya roboh sudah tidak bisa diperbaiki.

“Kami meminta sekolah segera mengajukan proposal pembangunan sekolah baru. Kondisi bangunan sekarang sudah tidak layak dipertahankan. Kelurahan siap menyediakan ruag pertemuan warga RW 015 untuk dijadikan tempat sementara untuk belajar siswa,” kata dia.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku belum menerima laporan dari TK Pertiwi Jagalan. Rudy meminta kepada pemilik sekolah segera melaporkan kejadian itu.

“Kami akan mengecek. Pemkot siap membantu perbaikan agar proses belajar mengajar tidak terganggu,” kata Rudy.