Dipasangi Barikade, Arus Lalu Lintas Jl. Jensud Solo Tersendat

Pekerja menggunakan eskavator mengeruk aspal jalan pada proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (11/9 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
11 September 2018 17:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo mulai memasang barikade seiring dimulainya proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud), Senin (10/9/2018).

Barikade dipasang mulai dari simpang empat Telkom hingga depan Balai Kota Solo atau Tugu Pamandengan. Sejalan dengan itu, manajemen dan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Jl. Jenderal Sudirman mulai diberlakukan.

Akibat pemasangan barikade kondisi jalan menyempit dan menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Jl. Jenderal Sudirman padat merayap.

"Jl. Jenderal Sudirman tetap bisa dilalui kendaraan. Tidak ada penutupan jalan secara total saat proyek berjalan," kata Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Mudo Prayitno saat dijumpai Solopos.com di sela-sela pemasangan barikade, Senin.

Mudo mengatakan pemasangan barikade untuk pengerjaan proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman hanya menyisakan satu lajur jalan di masing-masing sisi kanan dan kiri. Dia meminta pengguna jalan tidak kaget dengan adanya penyempitan ruas jalan tersebut sehingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas ini, Dishub menyiapkan jalur alternatif. Salah satunya melalui Jl. Kapten Mulyadi agar pengendara terhindar dari kepadatan lalu lintas tersebut.

"Lalu lintas dari arah Warung Pelem menuju pasar Klewer, bisa belok ke kiri ke simpang empat Balong kemudian menuju Jl. Kapten Mulyadi untuk menghindari kepadatan akibat penyempitan jalan di ruas Jl. Jensud," katanya.

Sesuai perencanaan, penataan koridor Jensud dikerjakan dalam tiga tahap. Pertama pengerukan aspal dan pemasangan batu andesit tengah badan Jl. Jenderal Sudirman ruas Jl. Arifin dan area bundaran Balai Kota Solo sampai dengan batas jembatan sisi barat.

Tahap kedua dilanjutkan pengerjaan sisi-sisi badan Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Arifin, dan sekitaran bundaran Tugu Pamandengan. Tahap ketiga pengerjaan pada akses masuk maupun keluar Balai Kota dan Bank BRI.

Secara keseluruhan total panjang pengerjaan mencapai 100 meter dengan estimasi lama pengerjaan tiga bulan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan secara teknis proyek penataan koridor Jensud dimulai dengan pengerukan aspal jalan.

Kemudian akan dilanjutkan dengan pengocoran jalan sebelum dilakukan pemasangan batu andesit. Paling tidak pengerukan hingga pengecoran jalan membutuhkan waktu hingga lima pekan.

“Sebenarnya pengerjaannya itu cepat, yang lama karena masalah nonteknis, seperti lalu lintas,” kata Sita.

Rencana penggantian aspal badan Jl. Jenderal Sudirman dengan batu andesit tidak akan mengubah fungsi ruas jalan. Larangan kendaraan berat bertonase tinggi tetap akan diberlakukan di jalan tersebut.

Menurutnya, pemasangan batu alam di Jl. Jenderal Sudirman hanya berfungsi menyerasikan kawasan setempat dengan konsep penataan yang telah disiapkan, yakni menjadikan kawasan tersebut sebagai kota lama.

“Kelas jalan tidak diubah. Fungsi utama Jl. Jenderal Sudirman tetap dipertahankan sebagai jalan protokol,” kata dia.

Secara kualitas, Jl. Jenderal Sudirman yang dilapisi batu andesit tetap kuat menahan beban kendaraan yang melintas. Sebelum dipasangi batu andesit, badan Jl. Jenderal Sudirman terlebih dahulu dikeruk kemudian dicor beton.

Setelah itu baru dipasangi batu andesit yang memiliki ketebalan 10 sentimeter (cm). Batu andesit bakal dipasang membentuk pola-pola yang telah disiapkan.

Dia menuturkan penataan batu andesit tidak akan terlalu banyak bermain dengan warna. Dinas PUPR akan menata batu andesit dengan desain monokromatis atau hanya bermain gelap terang antara batu hitam dan batu abu-abu.

Sita mengatakan koridor Jl. Jenderal Sudirman disiapkan menjadi kota lama. Sisi luar (fasade) koridor akan diubah agar kesan sebagai kawasan kuno lebih terlihat. Salah satunya dengan mengganti aspal dengan batu andesit.

“Kami juga mengimbau pemilik bangunan di ruas jalan itu untuk mengembalikan fasade bangunan seperti semula,” katanya.

Tujuannya agar selaras dengan konsep pengembangan kawasan. Namun ini hanya sebatas imbauan, mengingat rata-rata bangunan di sana adalah bank yang butuh pengamanan ekstra. Penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman ini dikerjakan bertahap di mana tahap pertama menyasar penggal Jl. Jenderal Sudirman mulai persimpangan Bank Indonesia (BI) hingga bundaran Tugu Pemandengan.



Tokopedia