412 Pemilih Ganda di Sukoharjo Merata di Seluruh Kecamatan

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
11 September 2018 23:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Data pemilih ganda yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 bertambah 412 pemilih dari 1.233 pemilih menjadi 1.645 pemilih. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo memberi waktu selama sepekan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo untuk mencoret data pemilih ganda.  

Sebelumnya, komisioner Bawaslu Sukoharjo telah menggelar rapat pleno untuk membahas temuan data pemilih ganda yang tercatat dalam DPT Pemilu 2019 pada pekan lalu. Kala itu, komisioner Bawaslu memaparkan temuan 1.233 pemilih ganda saat pencermatan petugas pengawas pemilu lapangan (PPL) dan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Kini, data pemilih ganda kembali ditemukan merata di 12 kecamatan se-Sukoharjo. “Mayoritas pemilih ganda yang baru ditemukan merupakan pemilih antarkecamatan. Misalnya, A tercatat dalam DPT Kecamatan Grogol dan Kartasura,” kata Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (9/9/2018).

Bambang meminta komisioner KPU Sukoharjo segera menindaklanjuti temuan ribuan data pemilih ganda. Hal ini erat kaitannya dengan hak memilih setiap warga negara dalam proses pemungutan suara yang diatur perundang-undangan.

Komisioner KPU Sukoharjo diberi waktu selama tujuh hari atau sepekan untuk mencoret data pemilih ganda yang tercatat dalam DPT Pemilu 2019. “Pemilih ganda yang tercatat dalam DPT Pemilihan Gubernur [Pilgub] Jateng sekitar 3.000 pemilih. Saat itu, hanya butuh tiga hari untuk mencoret data pemilih ganda. Sekarang jumlah pemilih ganda tak sampai 2.000 pemilih, logikanya satu hari-dua hari [pencoretan data pemilih ganda] sudah rampung,” ujar dia.

Selain hak pilih, pencoretan pemilih ganda berhubungan erat dengan logistik penyelenggaraan pesta demokrasi terbesar di Tanah Air. Biaya operasional pencetakan surat suara dan bilik suara lebih efisien lantaran jumlahnya disesuaikan dengan DPT Pemilu.

Hal ini juga sebagai bagian dari upaya pencegahan munculnya permasalahan yang dipicu banyaknya data pemilih ganda. “Jangan sampai membuang-buang dana pencetakan surat suara lantaran pemilih ganda. Kalau bisa secepatnya ditindaklanjuti karena tahapan pemilu lainnya segera bergulir.”

Sementara itu, Komisioner Divisi Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) KPU Sukoharjo, Mulat Bayu Aji, menyatakan pencocokan data pemilih di tingkat kecamatan terkendala server aplikasi sistem informasi data pemilih (Sidalih). Namun, Bayu dan anggota Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) bakal bekerja keras untuk menyinkronkan data DPT pemilu dengan hasil temuan Bawaslu Sukoharjo.