Wah, 3 Kecamatan di Klaten Belum Terjangkau Layanan PDAM

Warga Desa Demangan, Kecamatan Karangdowo, Klaten mengangkut jeriken berisi air bersih setelah mendapatkan bantuan dari PDAM Tirta Merapi Klaten, Jumat (7/9/2018).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
11 September 2018 19:45 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Jaringan air bersih PDAM Tirta Merapi Klaten hingga kini belum menjangkau ke tiga kecamatan. Salah satu kendala yakni kesulitan mencari sumber air untuk ketiga kecamatan itu.

Direktur Teknik PDAM Tirta Merapi Klaten, Sigit Setyawan, mengatakan ketiga kecamatan dari total 26 kecamatan yang hingga kini belum terlayani air bersih PDAM yakni Karangdowo, Juwiring, dan Wonosari. Ketiga kecamatan itu berada di wilayah selatan Kabupaten Bersinar.

Sigit menjelaskan ketiga kecamatan itu belum terjangkau air bersih lantaran kapasitas produksi terbatas. Saat ini, total kapasitas produksi air bersih PDAM sebesar 480 liter/detik dengan total pelanggan sekitar 42.000 rumah tangga. Sumber air bersih itu didapat dari delapan mata air di Klaten seperti mata air Geneng dan Lanang di Kecamatan Kebonarum, mata air Wangen dan Ponggok di Kecamatan Polanharjo, mata air Sliling di Kecamatan Kemalang, serta mata air Nilo di Kecamatan Tulung.

Selain itu, terdapat 10 sumur baku yang tersebar di Kecamatan Prambanan, wilayah kota, Kecamatan Kemalang, Kecamatan Karanganom, serta Kecamatan Polanharjo. Rata-rata debit sumber air bersih yang dimanfaatkan PDAM 10-15 liter/detik. “Kalau pun ada 4-5 liter/detik tetap kami manfaatkan seperti di Desa Dompol Kecamatan Kemalang,” kata Sigit saat ditemui di Desa Demangan, Kecamatan Karangdowo, akhir pekan lalu.

Sigit tak menampik masih banyak potensi sumber air di Klaten yang bisa dimanfaatkan guna menambah kapasitas produksi air bersih. Namun, mayoritas sumber air itu berada di wilayah utara seperti Kecamatan Polanharjo dan Tulung serta harus melalui proses perizinan dari masyarakat pengguna sumber air. Sementara, pendirian sumur baku seperti di Kecamatan Karangdowo tak memungkinkan lantaran kondisi air tanah cenderung berasa asin.

Soal upaya memperluas jaringan air bersih, Sigit menjelaskan PDAM masih mencari potensi sumber air bersih. Ia menuturkan Karangdowo menjadi prioritas perluasan jaringan air bersih PDAM lantaran ada sejumlah desa yang mengalami kesulitan air bersih sepanjang tahun lantaran kondisi air tanah berasa asin.

Kami tambah kapasitas produksi dulu baru kami perluas sambungan. Di Karangdowo kami rencanakan tahun depan. Untuk menambah kapasitas air baku itu tidka mudah apalagi sumber mata air. Sekecil apapun potensinya tetap kami upayakan,” kata Sigit.

Direktur Utama PDAM Tirta Merapi Klaten, Irawan Margono, menjelaskan belum terjangkaunya ketiga kecamatan dari air bersih PDAM bukan lantaran jarak dari sumber mata air. Hanya, ia menjelaskan kendala utama yakni terbatasnya kapasitas produksi air bersih PDAM. “Kami tetap upayakan untuk menambah air baku. Untuk potensi-potensinya belum kami sampaikan dulu. Yang jelas kami upayakan sesegera mungkin,” katanya.