Cak Nun: Peringatan 1 Muharam Tak Ada Tuntutannya, Tapi Apa Salahnya?

Ribuan warga mengikuti Ngaji dan Sinau bareng oleh Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama Kyai Kanjeng di lapangan Baturan, Colomadu, Karanganyar, Senin (10/9 - 2018) malam. (Antara / Sunaryo Haryo Bayu)
11 September 2018 17:43 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Budayawan MH Ainun Najib yang akrab disapa Cak Nun mengatakan peringatan tahun baru Islam dengan menggelar pengajian yang sering dilakukan masyarakat di berbagai daerah tak perlu diributkan. Dia mengakui kegiatan semacam ini tak ada tuntunannya.

Namun tak ada salahnya menggelar acara tersebut selama tak melanggar syariat agama Islam. Terlebih pada 1 Muharam banyak peristiwa penting yang patut untuk diperingati.

Hal itu dikemukakan Cak Nun ketika menghadiri acara Grebeg Suran bertajuk Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Lapangan Desa Baturan, Colomadu, Karanganyar, Senin (10/9/2018) malam hingga Selasa (11/9/2018) dini hari.

“Menurut wacana dari sejarah Islam, 1 Sura atau Muharam ini ada beberapa peristiwa penting. Di antaranya tapel Nabi Adam dibuat pada 1 Muharam, banjir besar zaman Nabi Nuh terjadi pada 1 Muharam, Nabi Ibrahim dibakar, Nabi Yunus keluar dari perut ikan hiu, Nabi Yusuf keluar dari penjara, Nabi Muda membelah air laut,” ujar dia.

Pada acara tersebut, sekitar 10.000 warga dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur menghadiri acara itu. “Acara ini kami adakan sudah yang ke-14 kali. Mereka yang hadir banyak yang dari luar desa, mereka ada yang datang dari Ngawi, Jatim; Jogjakarta, Salatiga, Soloraya dan sebagainya,” ujar Wakil Ketua Panitia Grebeg Suran ke-14 Desa Baturan, Ramelan, di sela-sela acara.

Tujuan dari digelarnya acara tersebut untuk mempersatukan umat di Baturan yang terdiri dari berbagai unsur. Dia menilai penyelenggaraan Grebeg Suran sudah bisa mempersatukan warganya yang banyak terdiri atas berbagai umat muslim di Baturan.

Menurut dia awal mula digelar Grebeg Suran untuk memberi pemahaman kepada umat Islam di Baturan tentang cara menyambut tahun baru Islam. “Jadi bukan kok malah kluyuran ke tempat-tempat yang tidak jelas. Terus terang kami sedih ketika budaya islami terkontaminasi dengan budaya yang kurang menyenangkan,” kata dia.

Tokopedia