Wacanakan Relokasi Pasar Hewan, Camat Wuryantoro Wonogiri Didemo

Warga dan Paguyuban Pedagang Pasar Wuryantoro berdemo tolak relokasi Pasar Hewan Wuryantoro, Senin (10/9 - 2018). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
11 September 2018 14:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Camat Wuyantoro, Wonogiri, Purwadi Hardo Saputro, didemo warganya lantaran mewacanakan pemindahan pasar hewan setempat. Demo dilakukan warga di halaman kantor kecamatan tersebut, Senin (10/9/2018) pagi.

Wacana pemindahan atau relokasi pasar hewan Wuryantoro disampaikan Purwadi saat peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Purwantoro beberapa waktu lalu. Warga kemudian berdemo pada Senin dengan membawa spanduk-spanduk penolakan.

Mereka berjalan dari selatan Kantor Kecamatan Wuryantoro masuk ke halaman kecamatan. Perwakilan masyarakat, Hardono, berorasi menyampaikan tuntutan warga Kecamatan Wuryantoro.

Perwakilan Warga, Hardono, saat ditemui Solopos.com, mengatakan relokasi akan membuat usaha masyarakat dari berbagai sektor seperti kuliner, usaha MCK, hingga kios toko sepi. Masyarakat sangat bergantung pada pasar hewan di sebelah selatan Pasar Wuryantoro tersebut.

“Yang jelas relokasi akan berimbas pada pasar umum karena lokasinya berdekatan dan saling berkaitan. Kebijakan ini keliru karena pasar hewan melibatkan 10 kabupaten yakni Salatiga, Pacitan, Wonogiri, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sragen, Gunung Kidul, Magetan, dan Ponorogo. Mereka yang melakukan kegiatan di pasar hewan pasti makan dan berbelanja di Pasar Umum Wuryantoro. Warga Wuryantoro Kidul menggantungkan hidupnya di sekitar pasar,” ujar Hardono yang juga mantan legislator.

Ia menganggap relokasi pasar hewan akan mengamputasi perekonomian rakyat yang menggantungkan hidup di Pasar Wuryantoro. Menurutnya, Pasar Hewan Wuryantoro yang digelar pada setiap lima hari sekali pada pasaran Legi itu merupakan pasar hewan terebsar di Wonogiri.

Ia menganggap wacana yang dilontarkan Camat Wuryantoro, Purwadi Hardo Saputra, merupakan ide yang kurang bijaksana. Sementara itu, Camat Wuryantoro, Purwadi Hardo Saputra, mengatakan yang ia sampaikan saat peletakan batu pertama dalam pembangunan Puskesmas Rawat Inap Wuryantoro baru sebatas wacana dan belum memasuki tahap rencana.

Menurutnya, tidak ada pembahasan lebih mengenai rencana tersebut. Isu yang berkembang di masyarakat mengenai lokasi-lokasi relokasi pun ia tidak mengetahui karena relokasi itu baru sebatas pendapatnya.

Ia lantas menandatangani surat pernyataan bermaterai tidak akan mengusulkan relokasi Pasar Hewan Wuryantoro ke Pemkab Wonogiri. Ia menyetujui apa yang diminta warga dan para pedangang pasar.

Ia juga menyampaikan permohonan maafnya dan menemui para puluhan warga yang memenuhi halaman kecamatan. Ia juga menyatakan akan lebih komunikatif dengan masyarakat termasuk kepada pedagang pasar.

Suasana demo berlangsung tertib tidak ada provokasi maupun keributan dengan pengawalan anggota Polsek Wuryantoro dan Koramil Wuryantoro. Pukul 09.00 WIB masyarakat kembali beraktivitas kembali ke dalam pasar.



Tokopedia