STIE AUB Solo Dukung Kemenpar Kembangkan Pariwisata

Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setya Harin di acara Pariwisata Goes to Campus STIE AUB Solo, Jumat (7/9 - 2018). (Istimewa)
12 September 2018 16:40 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kementrian Pariwisata (Kemenpar) bersama Komisi X DPR menggelar acara bertajuk Pariwisata Goes to Campus di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Adi Unggu Bhirawa (AUB), Nusukan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (7/9/2018). Pada acara tersebut, Ketua STIE AUB Solo, Agus Sutomo, mengatakan STIE AUB Solo akan mendukung program dari Kemenpar untuk mengembangkan sektor pariwisata.

"Kami mengapresiasi acara ini. Kami berharap dari perguruan tinggi ke depan akan banyak berkontribusi dalam sektor pariwisata," ujarnya seperti dikutip pada siaran pers yang diterima Solopos.com, Rabu (12/9/2018).

Acara di salah satu kampus di Solo itu juga menghadirkan Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setya Harin. Di acara Pariwisata Goes to Campus, Oneng menegaskan mahasiswa memiliki peran strategis dalam mempromosikan destinasi wisata di daerah.

Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setya Harin di acara Pariwisata Goes to Campus STIE AUB Solo, Jumat (7/9/2018). (Istimewa)

Menurutnya, generasi muda bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan pariwisata. Sekarang ini, lanjutnya, pariwisata sudah menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

Oneng membeberkan pengembangan pariwisata membutuhkan dukungan semua pihak, baik dari kalangan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, maupun media. Sebagai generasi muda, mahasiswa memiliki peran yang sangat strategis dalam mempromosikan destinasi wisata di daerah, terlebih pada era digital.

"Mahasiswa sebagai generasi muda tentu sudah sangat akrab dengan dunia digital. Mereka bisa memanfaatkan media sosial masing-masing untuk menjadi penyuluh potensi wisata di daerahnya," katanya di hadapan peserta acara Pariwisata Goes to Campus.

Oneng menjelaskan sadar wisata bukan hanya mempromosikan potensi yang ada, namun juga termasuk merawat dan mengembangkannya. "Intinya harus bisa menjadi tuan rumah yang baik," kata dia.

Peserta acara Pariwisata Goes to Campus STIE AUB Solo, Jumat (7/9/2018). (Istimewa)

Melalui peran aktif semua kalangan tersebut, Oneng optimistis target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019 bisa tercapai.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR, Rinto Subekti, mengatakan banyaknya masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa, yang memanfaatkan media sosial bisa menjadi jembatan informasi antara wisatawan dan objek wisata di Indonesia. "Kami berharap potensi mahasiswa yang saat ini peduli media sosial bisa menjadi jembatan informasi wisman maupun domestik agar mendapatkan gambaran mengenai potensi wisata di Indonesia," katanya.

Melalui gerakan sadar wisata, lanjut Rinto, potensi wisata yang ada di daerah bisa diketahui oleh wisatawan luar maupun dalam negeri. Dengan begitu, jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat. "Dampaknya tentu hotel terisi, kuliner terangkat, orang yang datang tentu butuh oleh-oleh dan akhirnya bisa mengkatkan devisa," terang dia.

Selama ini, STIE AUB Solo memang selalu melibatkan warga kampus untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung kepariwisataan. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan penelitian hingga pengembangan kampus alam di wilayah Kabupaten Karanganyar. Lokasi tersebut rencananya akan dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Tokopedia