Banyak Proyek, Solo Macet di Mana-Mana!

Pekerja menggunakan eskavator mengeruk aspal jalan pada proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (11/9 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
12 September 2018 18:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo tak menampik banyaknya proyek perbaikan jalan dan jembatan yang tengah dikerjakan sekarang berdampak pada kemacetan arus lalu lintas di mana-mana.

Pertama, penerapan rekayasa lalu lintas proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) jelas membuat arus lalu lintas di Jl. Slamet Riyadi maupun Jl. Urip Sumoharjo tersendat terutama pada jam sibuk.

Dishub telah memasang water barrier di tengah Jl. Jensud dari perempatan Telkom Solo atau Bank Indonesia (BI) Solo hingga Jl. Urip Sumoharjo atau badan Jembatan Pasar Gede. Dishub terpaksa hanya menyediakan satu lajur jalan di masing-masing jalur di Jl. Jensud maupun Jembatan Pasar Gede.

Saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo mulai mengganti lapisan aspal bagian tengah badan Jl. Jend. Sudirman, Jl. Arifin, dan bundaran Balai Kota Solo dengan batu andesit.

Ari menyampaikan rekayasa lalu lintas di Jl. Jensud rencananya akan diberlakukan hingga 10 Desember mendatang, disesuaikan dengan jadwal proyek penataan koridor Jensud rampung.

Haul Habib Ali

Dishub akan pusing soal pemberlakuan rekayasa lalu lintas acara Haul Habib Ali bin Muhammad al Habsyi di Pasar Kliwon pada 29-30 Desember 2018 mendatang saat proyek di Jl. Jensud tak kelar tepat waktu.

Ari mengatakan kemungkinan besar jika tak ada kendala, Dishub akan memberlakukan skema rekayasa lalu lintas acara Haul Habib Ali pada akhir tahun ini sama seperti penyelenggaraan sebelumnya pada 8-9 Januari 2018 lalu.

Dishub akan kembali menutup Jl. Kapten Mulyadi. Sebagai konsekuensinya, kendaraan dari arah timur yang ingin ke barat atau selatan akan dialihkan masuk Jl. Mayor Kusmanto-Jl. Jensud-Jl. Slamet Riyadi (berlaku contra flow).

“Tanggal 10 Desember itu akhir kontrak proyek penataan koridor Jensud. Kalau proyek bisa selesai tepat waktu, kami akan memberlakukan rekayasa lalu lintas acara Haul Habib akhir tahun ini sama dengan awal tahun lalu. Jl. Jend. Sudirman akan kembali jadi andalkan untuk menampung kendaraan yang tak bisa lewat Jl. Kapten Mulyadi,” kata Ari saat berbincang dengan Solopos.com di Kantor Dishub Solo, Rabu (12/9/2018).

Bukan hanya di Jl. Jendsud, kemacetan lalu lintas belakangan juga terpantau kerap terjadi di simpang Ngemplak hingga simpang Kandang Sapi. Ari mengakui kepadatan arus lalu lintas di dua lokasi tersebut disebabkan adanya pengerjakan proyek pembangunan kembali Jembatan Jl. M.W. Maramis yang dikenal dengan Kretek Abang.

Dishub tidak menyediakan jembatan darurat di sekitar Kretek Abang yang sudah mulai dibongkar oleh kontraktor. Hal itu membuat para pengendara harus mencari jalur alternatif untuk menyeberangi aliran Kali Anyar.

Jembatan Ngemplak dan Jembatan Kandang Sapi merupakan jalur alternatif terdekat yang bisa dipilih pengendara ketika tak bisa lagi lewat Kretek Abang.

“Belakangan kan memang muncul komplain juga di media sosial terkait kondisi perempatan Ngemplak dan Kandang Sapi sering macet. Yang bisa kami lakukan sekarang ya manajemen APILL dan pengaturan lalu lintas di lapangan. Kami tidak bisa kalau harus membuat jembatan darurat,” jelas Ari.

Jembatan Tirtonadi

Ari menyampaikan proses perbaikan Jl. Letjen Suprapto juga cukup menghambat kelancaran arus lalu lintas di jalan tersebut. Proyek tersebut mengharuskan Dishub menutup sebagian Jl. Letjen Suprapto.

Selain itu, macet terjadi akibat proyek penggantian jembatan Tirtonadi. Kendaraan tidak bisa melaju lancar ketika hendak masuk ke jembatan baru sisi barat dari selatan ke utara.

Ari menyampaikan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Bengawan tak terhindarkan akibat banyaknya proyek. Hingga kini, rekayasa lalu lintas pembangunan flyover Manahan juga belum rampung.

Hal itu memicu kemacetan di sejumlah lokasi terutama di kawasan Pasar Nongko. Ari meminta kepada warga untuk mematuhi rekayasa lalu lintas yang diberlakukan Dishub dan Satlantas Polresta Surakarta.

“Jl. S. Parman dan Jl. Monginsidi sudah kami buka dua arah lagi. Proyek perbaikan jalan di sana sudah rampung. Dengan demikian, bus-bus tidak kami lewatkan lagi ke Simpang Joglo. Jadilah sekarang sejumlah lokasi di seputaran Banjarsari macet lagi seperti di simpang Balapan, simpang patung Mayor Achmadi maupun simpang Gilingan,” terang Ari.