Kawasan Wisata Candi Sojiwan Klaten Digarap Secara Padat Karya

Warga mencangkul lahan yang disiapkan menjadi kawasan Taman Wisata Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Minggu (9/9 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
12 September 2018 04:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (Persero) menggulirkan padat karya tunai untuk mengembangkan kawasan wisata Candi Sojiwan di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Minggu (9/9/2018).

Direktur Keuangan SDM dan Investasi PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Palwoto, menjelaskan padat karya tunai di Kebondalem Kidul melibatkan empat BUMN yakni PT TWC, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan Perhutani.

Kegiatan tersebut menjadi bagian program BUMN yakni program kemitraan dan bina lingkungan. Kebondalem Kidul dipilih untuk bergulirnya kegiatan tersebut lantaran di desa itu terdapat salah satu cagar budaya yakni Candi Sojiwan.

“Tujuan kegiatan ini agar masyarakat bisa berkontribusi pada pelestarian Candi Sojiwan dan bisa memberikan efek ekonomi bagi masyarakat,” kata Palwoto saat ditemui wartawan seusai pembukaan padat karya, Minggu.

Palwoto menjelaskan untuk kegiatan padat karya tunai tersebut, bantuan yang digulirkan mencapai Rp300 juta. “Kami tidak hanya berhenti pada kegiatan ini saja. Akan ada kegiatan-kegiatan selanjutnya yang kami harapkan berdampak pada masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Pada karya tunai melibatkan 300 warga Kebondalem Kidul membangun talut sepanjang 231 meter, perbaikan jalan sekitar 50 meter, serta penggalian kolam ikan sedalam 40 sentimeter. Kegiatan digelar di Taman Wisata Candi Sojiwan yang dikembangkan pemerintah desa setempat dengan lokasi berdampingan dengan kompleks Candi Sojiwan.

“Konsep pariwisata yang kami kembangkan berbasis edukasi. Pengembangannya nanti berkolaborasi dengan Disparbudpora Klaten, PT TWC, serta BPCB,” kata Kepala Desa Kebondalem Kidul, Bagus Sudarwanto.

Direktur Utama PT TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Edy Setijono, mengatakan konsep pengembangan desa wisata Kebondalem Kidul perlu dorongan dari sisi ekonomi.

“Ekonominya dulu harus berjalan, harus hidup, makanya konsep kami nanti akan mendorong untuk dibentuk BUM desa. Setelah ekonominya bergulir, kami akan sentuh dengan satu hal lagi yang namanya estetika. Pariwisata itu perlu estetika,” kata Edy.