Pemkab Klaten Bangun Gedung Serbaguna Rp70 Miliar, Ini Lokasinya

Ilustrasi pekerja membangun konstruksi bangunan. (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)
12 September 2018 15:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemkab Klaten berencana membangun gedung serbaguna di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah. Pembangunan gedung membutuhkan dana sekitar Rp70 miliar.

Rencana pembangunan gedung itu disampaikan Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat sambang warga di Desa Jambukidul, Kecamatan Ceper, pekan  lalu. Dalam kesempatan itu, Mulyani menyampaikan pembangunan direncanakan mulai 2019.

Mulyani mengatakan lahan yang disiapkan untuk gedung itu seluas 6 hektare (ha) dengan status lahan aset Pemkab Klaten.  Tahun ini, Pemkab masih menyiapkan detail engineering design (DED) sebelum rencana pembangunan digulirkan.

“Gedung itu memiliki lahan parkir luas serta bisa menampung 3.000-5.000 orang. Untuk pasti anggarannya menunggu DED selesai,” kata Mulyani saat ditemui wartawan seusai sambang warga, Selasa.

Saat ini Pemkab sudah memiliki gedung serbaguna yakni Gedung Sunan Pandanaran di tepi Jl. Pemuda, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah. Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, gedung yang berada satu kompleks dengan RSPD Klaten tersebut luasnya termasuk kompleks parkir sekitar 5.000 meter persegi.

Kapasitas gedung menampung hingga 1.500 orang. Nilai sewa gedung mengacu Perda Retribusi Jasa Umum terbaru yakni Rp3 juta untuk sewa pada Sabtu-Minggu, Rp750.000 untuk kegiatan kedinasan, serta Rp1 juta untuk kegiatan sosial.

Mulyani menjelaskan kapasitas Gedung Sunan Pandanaran terbatas dan kerap bermasalah ketika tamu gedung membeludak. “Kapasitasnya kan hanya kecil sementara lahan parkir terbatas terkadang susah sampai keluar gedung dan mengganggu arus lalu lintas di Jl. Pemuda. Di gedung yang baru nanti lahannya luas termasuk tempat parkir,” urai Mulyani.

Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Klaten, Juwito, menjelaskan lahan yang disiapkan berada di sisi timur Terminal Ir. Soekarno. Rencana pendirian gedung tersebut masih dalam pembahasan.

Anggaran untuk pembangunan gedung yang mencapai Rp70 miliar bakal diusulkan melalui APBD. “Ini masih kami bahas. Untuk anggarannya nanti dilihat dari ketersediaan anggaran,” kata dia.

Juwito menjelaskan besarnya anggaran itu lantaran lahan parkir yang dipersiapkan luas dan mampu menampung ribuan kendaraan. Soal bentuk bangunan, ia menjelaskan desainnya menyerupai bangunan zaman kolonial.

“Bentuk bangunan itu campuran tetapi bukan joglo. Bentuknya nanti menyerupai bangunan-bangunan peninggalan Belanda kan yang besar dan tinggi. Gedung itu hanya sat lantai saja tetapi luas,” kata Juwito.