Korsleting Listrik Sebabkan Separuh Rumah Warga Klaten Hangus

Warga membersihkan puing-puing rumah Agus Dasanto, 60, yang terbakar di Dukuh Jayan, Desa Jombor, Ceper, Klaten, Rabu (12/9 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
12 September 2018 19:35 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Kebakaran menghanguskan separuh rumah milik Agus Dasanto, 60, di Dukuh Jayan, RT 001/RW 006, Desa Jombor, Ceper, Klaten, Rabu (12/9/2018).

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran itu terjadi saat Agus bersama keluarganya berkumpul di ruang tengah pada Rabu pagi sekitar pukul 6.30 WIB.

Tiba-tiba tetangganya datang memanggil-manggil serta berteriak ada api di atap bagian belakang rumahnya. Api berasal dari kamar gudang berukuran 6 meter x 6 meter untuk menyimpan barang-barang tak dipakai seperti pakaian, tripleks, dan lainnya.

“Saya cek ke belakang ada api di gudang. Mungkin karena korsleting listrik. Padahal, pada pukul 06.00 WIB saya memberi makan kucing di ruangan itu tapi tak mencium bau benda terbakar atau asap,” kata Agus saat ditemui wartawan di rumahnya seusai kejadian, Rabu.

Melihat api yang membesar, Agus dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api menggunakan ember dan alat-alat lainnya. Api semakin membesar dan membakar tiga kamar tidur di dekatnya.

Api juga melalap atap ruang keluarga dan menghanguskan gebyok berusia puluhan tahun di dalamnya. Sejumlah surat-surat penting seperti akta kelahiran, ijazah anak-anak, dan lainnya hangus.

Pemadaman api lalu dibantu Unit Pemadam Kebakaran Satpol PP Klaten yang mendatangkan dua truk tak lama berselang. “Mungkin bisa ratusan juta kerugiannya. Yang penting semuanya selamat,” tutur Agus.

Petugas Unit Damkar Satpol PP Klaten, Edy Setiawan, mengatakan api membakar hampir separuh rumah. Luas bangunan itu sekitar 29 meter kali 30 meter dengan luas bangunan yang terbakar sekitar 10 meter kali 13 meter.

“Luas area yang terbakar sekitar 45 persen. Kendala yang kami hadapi yakni akses masuk lokasi yang sempit,” ujar dia.



Tokopedia