Web KPU Wonogiri Diretas, Dibuka Keluar Gambar Spongebob

Warga Purworejo, Wonogiri, Bintoro, membuka web KPU Wonogiri, kpud-wonogirikab.go.id yang bergambar Spongebob Squarepants, Rabu (12/9 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
12 September 2018 16:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, kpud-wonogirikab.go.id, diretas orang tak bertanggung jawab sejak tiga hari lalu. Kejadian tersebut merupakan kejadian kali kesekian yang dialami KPU Wonogiri. 

Web sebelumnya pernah diretas lebih dari 10 kali pada tahun ini. Pengamatan Solopos.com, Rabu (12/9/2018), ketika web KPU dibuka muncul gambar karakter animasi Spongebob Squarepants yang di atasnya terdapat tulisan TehPucuk404 ft TehSosro404. 

Di bawah gambar ada tulisan [Teh Squad Cyber], TehSosro404, TehPucuk 404, Ng0rox, dan TehJavana404. Ketua KPU Wonogiri, Mat Nawir, kepada Solopos.com, Rabu, mengatakan peretasan web KPU Wonogiri sudah terjadi lebih dari 10 kali tahun ini. 

Setiap kejadian KPU Wonogiri mendapat komplain banyak pihak, salah satunya dari kalangan mahasiswa. Mereka tak bisa mengakses informasi terkait pelaksanaan Pemilihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, data hasil Pemilu tahun-tahun sebelumnya, dan informasi lainnya. 

Kali ini selain mahasiswa, para calon anggota legislatif (caleg) juga komplain. Caleg bersangkutan mengaku tak bisa mengakses web sehingga tak bisa mendapatkan informasi terkait nama-nama caleg dalam daftar calon sementara (DCS) atau daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kota Sukses. 

Jika dikalkulasi orang yang komplain sudah mencapai ratusan orang. Meski demikian Nawir menilai peretasan web tersebut tak mengganggu data primer lain, seperti database pemilih dan sebagainya.

“Biasanya setelah diketahui diretas tim IT bisa langsung memulihkan. Kali ini baru mau diupayakan dipulihkan karena tim IT harus mengerjakan tugas lain. Besok Insya Allah sudah pulih lagi,” kata Nawir.

Kendati sudah lebih dari 10 kali diretas, dia menilai hal tersebut bukan upaya untuk mengacaukan event Pemilu. Menurut Nawir, peretasan hanya perbuatan orang iseng yang ingin menunjukkan eksistensi. 

Tidak menutup kemungkinan pelaku sengaja meretas web KPU karena mengetahui sering diakses orang mengingat tahun ini ada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng dan saat ini ada persiapan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. 

Saat ini pihak KPU sedang memikirkan cara membuat pengamanan yang lebih kuat agar web tak mudah diretas. “Biasanya setelah web diperbaiki data-data tetap utuh. Jadi, kami tak perlu lagi mengunggah data. Tim IT bilang web mudah dipulihkan. Hanya ada sistem tertentu yang ditutup. Penutupnya tinggal didorong saja, setelah itu bisa kembali pulih,” imbuh Nawir.

Warga Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Bintoro, mengaku mengetahui web KPU diretas, Rabu siang, setelah diberi informasi temannya yang tak bisa mengakses web tersebut. Temannya ingin mengetahui informasi terkini mengenai Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. 

Menurut lelaki berusia 40-an tahun itu peretasan web KPU merugikan warga yang ingin mencari informasi atau data Pemilu. Dia berharap KPU memberi pengamanan lebih kuat pada web agar tak mudah diretas orang.