iSolo, Aplikasi Perpustakaan Digital dari Solo untuk Indonesia

Pengunjung melihat koleksi arsip foto pada Gelar Pustaka dan Arsip Solo 2018 di Atrium Solo Paragon Lifestlye Mall, Solo, Rabu (12/9 - 2018). Dalam acara Gelar Pustaka dan Arsip Solo 2018 tersebut sekaligus melaunching aplikasi berbasis sistem operasi Android dan Windows bertajuk iSolo. (Solopos/Nicolous Irawan)
13 September 2018 10:30 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Bunyi sirine meraung di Atrium Solo Paragon Mal, Rabu (12/9/2018) siang. Sirine yang dibunyikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Solo Sis Ismiyati, Asisten Pengembangan Ekonomi Setda Solo Triyana, dan Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah Sapta Hermaningsih tersebut menjadi penanda simbolis peluncuran aplikasi terbaru Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kota Solo, iSolo.

Aplikasi iSolo adalah aplikasi berbasis Internet yang menjadi semacam perpustakaan digital. Masyarakat bisa mengakses koleksi buku digital pada aplikasi berbasis sistem operasi Android dan Windows tersebut. Hebatnya, meski diluncurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan semua orang yang lolos proses verifikasi.

Peluncuran aplikasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan Gelar Pustaka dan Arsip Solo 2018. Dalam paparannya, General Manager PT. Enam Kubuku Indonesia (pengembang iSolo, Arie Kustanto, menjelaskan iSolo adalah perpustakaan digital yang dapat diakses secara online.

Warga, kata dia, bisa mengunduh aplikasi itu di Play Store Android. Setelah menginstal iSolo, mereka wajib melakukan registrasi atau pendaftaran. Terdapat beberapa isian yang harus dipenuhi. Pendaftar juga wajib memasukkan foto diri dan foto tanda pengenal seperti KTP atau kartu pelajar.

“Setelah isi data, kirim registrasi. Data lalu harus diaktivasi melalui email. Ada tim yang mengaktivasi,” ujarnya kepada hadirin yang hadir.

Menurutnya, iSolo memiliki banyak fitur, di antaranya semua kata yang ada di dalam buku terindeks sehingga memudahkan pencarian. Selain itu, ada asisten baca yang memungkinkan seseorang mendengarkan isi buku.

“Ini memudahkan anak-anak milenial mencari referensi,” katanya.

Arie pun mempraktikkan mode pencarian hingga asisten baca. Hanya saja, sinyal yang kurang bagus membuat suara dari asisten baca agak putus-putus.

Kepala Dinas Arpusda Solo, Sis Ismiyati, mengatakan iSolo adalah langkah nyata Dinas Arpusda Solo mengikuti perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, perpustakaan berbenah diri dengan mengikuti tren penggunaan gadget dan Internet melalui peluncuran iSolo.

“Dengan iSolo, masyarakat bisa membaca buku yang telah didigitalkan melalui gadget Android mereka,” ungkapnya saat diwawancara wartawan seusai lauching iSolo, Rabu.

Ia mengatakan sementara ini baru ada 1.000-an buku yang masuk di iSolo. Digitalisasi tersebut akan terus berlangsung dengan bekerja sama dengan PT. Enam Kubuku Indonesia.

“Buku fisik tetap ada di perpustakaan. Buku-buku perpustakaan itu informasinya utuh, tidak sepotong-sepotong. Perpustakaan juga tak hanya membaca buku, tetapi untuk diskusi atau penelitian,” terangnya.

Ismi menegaskan iSolo dapat diakses oleh seluruh masyarakat, tak hanya orang Solo. Lebih lanjut, ia mengatakan kegiatan Gelar Pustaka dan Arsip Solo 2018 bertujuan meningkatkan budaya baca masyarakat Kota Solo.

Selain launching iSolo, ada berbagai kegiatan selama Gelar Pustaka dan Arsip Solo 2018 yang berlangsung Rabu-Sabtu (12-15/9/2018) seperti lomba menyanyi lagu perjuangan dan lagu daerah, lomba vocal group, acara mendongeng yang melibatkan Istana Dongeng Nusantara, hingga lomba menggambar.

Ada pula beberapa stand pameran yang menyajikan aneka informasi, buku, dan barang lainnya.