SMAN 1 Karanganom Juarai Festival Ketoprak Pelajar Klaten

Perwakilan asal SMAN 1 Karanganom berfoto bersama merayakan kemenangannya sebagai juara I Festival Ketoprak Pelajar (FKP) tingkat SMA/SMK di SD Krista Gracia Klaren, Klaten, Selasa (11/9/2018) malam.(Solopos - Cahyadi Kurniawan)
13 September 2018 04:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN—SMAN 1 Karanganom berhasil menjuarai Festival Ketoprak Pelajar (FKP) tingkat SMA/SMK yang digelar di SD Krista Gracia Klaten, Selasa (11/9/2018). Sedangkan, di posisi kedua ada SMKN 1 Tulung disusul SMK Berbudi Gantowarno di posisi ketiga.

Wakasek bidang Kesiswaan SMAN 1 Karanganom, Agus Purwanto, mengatakan Habibul seharusnya bisa tampil dan sekarang ikut merayakan kemenangan itu. Namun, sebuah kecelakaan di Gergunung, Klaten Utara, beberapa waktu yang lalu, membuatnya berpisah dengan teman-temannya.

Kemenangan ini kami persembahkan untuk almarhum anak kami tercinta Aria Habibul Ghofur. Selanjutnya, tentu untuk almamater dan seluruh sivitas akademika,” kata dia, didampingi Pembina Ekstrakurikuler Terater Sangkar SMAN 1 Karanganom, Hartikaningsih, saat ditemui Solopos.com seusai acara, Selasa malam.

Kemenangan itu di luar ekspektasinya mengingat persiapannya hanya sebulan. Padatnya jadwal sekolah, peringatan HUT RI, dies natalis sekolah hingga pentas produksi pada akhir Juli menyita banyak waktu berlatih anak-anak.

Ini anugerah. Kami ikut FKP sejak 2015. Mungkin beberapa kali memboyong 3-4 piala. Tahun ini kami keluar jadi juara umum. Ini prestasi yang luar biasa,” terang dia.

Ada 60 peserta dikirimkan dalam ajang itu mulai dari pemain, tata artistik, setting, produksi, kostum, dan lainnya. Mereka tergabung dalam ekstrakurikuler Teater Sangkar.

Pada kesempatan itu, panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada SMK BK 2 Boyolali yang dinilai berbeda dibanding peserta lain mulai dari cerita, garapan, dan musik. Tiga hal itu penting dan bisa menginspirasi peserta lain. Sayangnya, penampilan itu tidak masuk ke dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dewan juri dan panitia.

SMK BK 2 Boyolali menyajikan cerita tentang tokoh Slamet Riyadi. Musik yang disajikan pun cenderung ke arah sandiwara.

Jadi tidak masuk kriteria ketoprak. Selama ini belum pernah kita lihat di Klaten. Maka, malam ini, kami sampaikan apresiasi atas inspirasi dan keberaniannya dengan Trofi Eksperimentasi,” ujar panitia.

Anggota dewan juri, Bambang Sugiarto, menilai dari segi kualitas banyak peserta perlu berlatih keaktoran. Sebab, pengamatannya selama lima hari ditemukan kemampuan keaktoran pemain terasa kurang sekali seperti akting kaku dan vokal terlalu cepat. Salah satu solusinya adalah sekolah membuka ekstrakurikuler teater.

Dalam teater, siswa bisa mengolah kemampuan kelenturan tubuh, olah vokal, olah rasa, imajinasi, penghayatan tokoh, dan lainnya.

Yang tampil rata-rata pemain dadakan yang belum siap soal keaktoran. Silakan membuka teater karena salah satu pendidikan karakter adalah melalui kesenian. Jika guru atau pembina tidak mampu mengelola lakon, sebaiknya jangan bikin. Kasihan siswa yang jadi korban,” ujar dia.