1.190 Honorer K2 Klaten Segera Dapat Insentif Rp3,6 Juta

ilustrasi guru mengajar. (Solopos/Dok)
13 September 2018 19:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 1.190 guru honorer kategori 2 (K2) di wilayah Klaten bakal mendapat insentif dari APBD Perubahan 2018. Setiap honorer menerima insentif Rp3,6 juta.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Sri Nugroho, menjelaskan asumsi jumlah penerima insentif yang disebut dengan peningkatan kesejahteraan guru honorer K2 itu berdasarkan pendataan belum lama ini.

Dari pendataan itu, ada 3.000-an guru honorer yang mengajar di SD dan SMP dan 1.190 orang di antaranya guru honorer K2. Honorer K2 diprioritaskan menerima insentif lantaran lamanya pengabdian mereka.

Nugroho menjelaskan rata-rata guru honorer K2 sudah mengajar selama 20 tahun. “Ada juga yang sudah 30 tahun. Usia mereka juga ada yang sudah menginjak 50 tahun hingga 55 tahun,” kata Nugroho saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/9/2018).

Honor mereka minim yakni Rp200.000-Rp500.000/bulan. Honor yang diterima tersebut jauh dari nilai upah minimum kabupaten (UMK) Klaten Rp1.661.632,35.

“Honor guru honorer itu tergantung kepala sekolah dengan mempertimbangkan kemampuan masing-masing. Honor biasa diambilkan dari dana BOS [bantuan operasional sekolah],” jelas dia.

Keberadaan guru honorer dinilai penting untuk mengisi kekurangan guru di Klaten sebagai dampak dari moratorium CPNS selama beberapa tahun terakhir. Kabupaten Bersinar diperkirakan kekurangan 3.000 guru.

Nugroho menuturkan insentif untuk honorer sebelumnya pernah digulirkan dengan nilai Rp80.000/bulan untuk pegawai tidak tetap dan Rp100.000/bulan untuk guru tidak tetap. Hanya, selama beberapa tahun terakhir tak ada program tersebut.

“Sebenarnya pada 2001-2009 itu pernah ada peningkatan kesejahteraan honorer. Namun, saya tidak tahu persisnya kapan berhenti [pemberian insentif]. Kemungkinan karena kemampuan APBD tidak memungkinkan akhirnya tidak dilanjutkan. Makanya, kami coba usulkan kembali sebagai bentuk penghargaan kepada para honorer K2,” kata dia.

Nugroho menjelaskan insentif akan dicairkan setelah APBD Perubahan 2018 disetujui. Masing-masing honorer K2 bakal diminta menyiapkan rekening untuk pencairan insentif.

Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Edy Sasongko, mengatakan rencana pemberian insentif bagi para tenaga honorer K2 melalui APBD Perubahan 2018 itu sudah disetujui seluruh fraksi. Raperda APBD Perubahan 2018 ditetapkan pada Rabu (12/9/2018) malam.

Edy menjelaskan insentif itu diberikan menyusul minimnya honor para guru honorer tersebut. “Mereka nyambut gawene akeh tapi ra enek apa-apanya [pekerjaannya banyak tetapi tidak ada apa-apanya]. Memang honor mereka selama ini minim. Dari hasil studi banding di Soloraya sudah ada yang menjalankan program itu dengan nilai yang lebih besar. Kami usahakan pada APBD 2019 mendatang ada alokasi anggaran peningkatan kesejahteraan untuk honorer,” kata dia.



Tokopedia