Polisi Wonogiri Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, menunjukkan barang bukti kasus narkoba di Aula Mapolres Wonogiri, Kamis (13/9 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
13 September 2018 16:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Aparat Polres Wonogiri mengungkap dua kasus penyalahgunaan sabu-sabu dan menangkap tiga tersangka dalam Operasi Antik Candi 2018 pada 24 Agustus-12 September lalu. 

Dua dari tiga tersangka yang ditangkap merupakan pengedar. Polisi berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) karena salah satu pengedar diduga bagian dari jaringan internasional.

Hal itu terungkap dalam gelar tersangka dan barang bukti di Aula Mapolres Wonogiri yang dipimpin Kapolres, AKBP Robertho Pardede, Kamis (13/9/2018). Para tersangka meliputi Hery Sinapati Wasidipha alias Plentuk, 40, warga Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur; Agus Suprayitno alias Sipet, 35, warga Kampung Baru, Pasar Kliwon, Solo; dan Faray Todhy, 30, warga Tipes, Serengan, Solo. 

Pengungkapan mereka membuktikan Wonogiri menjadi salah satu daerah yang dibidik pelaku bisnis narkoba sebagai daerah pemasaran. Seperti hukum ekonomi, mereka menjual narkoba karena ada permintaan pasar.

Kapolres didampingi Kasatresnarkoba, AKP Suharjo, mengatakan Henry dan Faray merupakan target operasi (TO) sejak beberapa bulan lalu. Nama keduanya sering disebut sejumlah tersangka kasus narkoba yang ditangkap sebelumnya. 

Para tersangka kasus-kasus sebelumnya kerap mengaku mendapatkan sabu-sabu dari Faray. Sedangkan Henry disebut kerap berpesta sabu-sabu. 

Henry dan Agus merupakan satu jaringan. Henry mendapatkan sabu-sabu dari Agus yang secara berkala memasarkannya di Wonogiri. 

Kepada polisi, Agus mengaku mendapatkan barang haram itu dari Art, bandar yang sedang menjalani hukuman di rumah tahanan negara (rutan) di Ambarawa. Dia mengaku berkomunikasi dengannya melalui telepon. Namun, setelah dicek di rutan bersangkutan tak ada narapidana dengan nama seperti dimaksud Agus.

“Nomor telepon bandar narkoba yang berkomunikasi dengan Agus berkode luar negeri. Makanya kami berkoordinasi dengan BNN, semoga saja informasi ini bisa membantu BNN mengungkapnya,” kata Kapolres.

Henry ditangkap saat berada di tepi Jl. Arjuna III RT 004/RW 002, Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Selasa (4/9/2018) lalu. Setelah mengembangkan penyidikan polisi dapat menangkap Agus di Perum New Legian I, Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, pada hari yang sama. 

Dari tangan mereka polisi menyita barang bukti satu paket sabu-sabu kemasan plastik klip seberat 0,40 gram, seperangkat alat isap atau bong, dua korek api, tiga sedotan, uang tunai, dan satu unit telepon seluler (ponsel) yang digunakan untuk memesan sabu-sabu.

Sementara itu Kasatresnarkoba, AKP Suharjo, menginformasikan Faray ditangkap di tempat parkir salah satu hotel di kawasan kota Wonogiri, Jumat (24/8/2018). Polisi menemukan satu paket sabu-sabu kemasan plastik klip, seperangkat alat isap, dan satu pipet kaca saat menggeledah tasnya. 

Faray merupakan pengedar dari Solo yang beroperasi di Kota Sukses. Henry kepada wartawan mengaku mengonsumsi narkoba sejak lebih dari 10 tahun lalu. 

Dia berhenti menggunakannya pada 2016. Beberapa bulan terakhir dia kembali mengonsumsi karena sedang menghadapi masalah keluarga. Menurut dia, mengonsumsi sabu-sabu bisa membuatnya tenang dan melupakan masalahnya. 

Tokopedia