Mahasiswa UNS Solo Jatuh Dari Lantai IV Pernah Dirawat di RSJD

Suasana pemakaman mahasiswa UNS yang bunuh diri jatuh dari lantai IV kampus UNS Solo, Jumat (14/9 - 2018). (Solopos/Imam Yuda Saputra)
14 September 2018 15:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Polisi sudah memastikan kematian mahasiswa Arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Guntur Suryo Hapsoro, 20, akibat jatuh dari lantai IV Kampus Fakultas Teknik UNS Solo, Kamis (13/9/2018), sebagai kasus bunuh diri.

Polsek Jebres menerima informasi dari orang tua Guntur bahwa tiga hari sebelum kejadian, Guntur sempat meminta maaf kepada orang tuanya. Namun, orang tuanya tidak mengetahui makna permintaan maaf tersebut.

Di sisi lain, polisi juga mendapat informasi Guntur yang tercatat sebagai warga Perum Griya Payung Indah B.B1 RT 001/RW 015, Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, itu pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Jebres Solo pada April 2018.

Kepala Prodi Arsitektur FT UNS, Amin Sumadyo, juga mengungkapkan Guntur pernah punya riwayat depresi sebelum meninggal. Keluarga besar FT UNS pada Jumat (14/9/2018) pagi datang ke Guntur di Semarang untuk menyampaikan belasungkawa.

“Kami sudah menginformasikan kejadian ini ke universitas. Kegiatan perkuliahan tetap berjalan setelah kejadian ini,” ujar Amin kepada wartawan.

Kelanjutan proses hukum atas kejadian itu dia serahkan sepenuhnya kepada keluarga dan kampus. Saat kejadian banyak mahasiswa yang sedang kuliah sehingga banyak yang menolong Guntur setelah terjatuh dari lantai IV.

Guntur meninggal di rumah sakit setelah sempat mendapatkan perawatan dari tim dokter. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT UNS, Eko Pujianto, mengungkapkan Dekan FT UNS sudah berkoordinasi dengan keluarga Guntur di Semarang terkait kasus ini.

Keluarga Guntur tanpa ada tekanan dari pihak lain telah membuat surat pernyataan ke polisi terkait peristiwa ini. Surat pernyataan tersebut memastikan keluarga sudah mengikhlaskan Guntur.

“Kami menyepakati permintaan keluarga Guntur agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” kata Eko.

Ia mengakui dari sisi akademis, Guntur memang tertinggal dari teman-teman seangkatannya. Hal tersebut terjadi karena Guntur sakit. Namun, sakitnya apa dia tidak mengetahuinya.

Bahkan Guntur pernah izin operasi selama satu bulan untuk tidak kuliah. “Kami tidak memasang kamera CCTV [closed circuit television] di dalam kampus sehingga kurang tahu kronologi sebenarnya. Lokasi kejadian sudah dibersihkan agar tidak mengganggu perkuliahan,” kata dia.

Tokopedia