Ingin Jadi Marketing Sukses Zaman Now? Ini Rahasianya

Honorary Founding Chairman IMA, Hermawan Kartajaya, memberikan kuliah umum yang bertema Marketing Zaman Now di Auditorium UNS Kentingan, Solo, Jumat (14/9 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
14 September 2018 18:19 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Kunci marketing bukan sekadar berjualan produk. Untuk jadi marketing yang sukses juga harus memerhatikan positioning, differentiation, dan branding (PDB) untuk meningkatkan kekuatan merek.

Hal inilah yang disampaikan pakar pemasaran kenamaan Indonesia, Hermawan Kartajaya, dalam kuliah umum Marketing Zaman Now di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jumat (14/7/2018).

Founder dan Presiden MarkPlus, perusahaan konsultan manajemen yang berbasis di Asia ini, tak sungkan berbagi ilmu marketing-nya yang sudah mendunia. Salah satunya adalah kunci marketing PDB.

Positioning ini bertujuan agar pelaku usaha memiliki identitas di mata pelanggan. Hal ini jadi semacam janji kepada pelanggan. Namun positioning harus didukung oleh diferensiasi yang kokoh sehingga menghasilkan brand integrity yang kuat.

“Dengan begitu, akhirnya akan menghasilkan brand image yang kuat. Brand image yang kuat inilah yang akan menunjukkan positioning product Anda,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyoroti belum banyaknya para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang belum memahami tentang dunia pemasaran. Alhasil, banyak dari mereka yang gagal di tengah jalan karena modal semangat saja tidak cukup untuk berjualan.

Tokoh yang pernah dinobatkan sebagai 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing ini justru menekankan kepada ratusan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum ini untuk tak terlalu sering mendengarkan motivator. Menurutnya, pelaku UKM atau pun pemilik start up harus bisa memotivasi diri sendiri.

“Jangan minder jadi orang Indonesia. Jangan juga hanya jadi jago kandang. Love customer, respect competitor,” imbuhnya.
Menurutnya, orang Indonesia juga punya kemampuan dan kapabilitas untuk berkiprah di dunia internasional. Sebagai bukti, empat dari tujuh startup unicorn yang moncer di pasar ASEAN berasal dari Indonesia, yakni Traveloka, Gojek, Bukalapak, dan Tokopedia. Bahkan kini Gojek menguasai sepertiga pasar Vietnam lewat Goviet.

Dari segi pariwisata Indonesia punya Bali. Sikap tangan terbuka dengan menerima semua orang yang ditunjukkan masyarakat Bali jadi nilai tersendiri. Hal inilah yang membuat Pulau Dewata masuk sebagai salah satu destinasi wisata paling favorit di dunia.

“Bali menerima semua orang dengan tangan terbuka. Bahkan sekarang itu bukan bule yang banyak datang, tapi orang-orang Timur Tengah. Keberagaman Indonesia itu jadi kekuatan,” katanya.

Kuliah umum oleh ahli marketing Indonesia ini berbarengan dengan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional Khusus (Rakernasus) Indonesia Marketing Association (IMA) di Solo, Jumat-Minggu (14-16/9/2018).

Setelah memberikan kuliah umum, Honorary Founding Chairman IMA sekaligus penulis puluhan judul buku marketing ini berkunjung ke Harian Umum Solopos. Dia datang bersama para pengurus IMA pusat.