Penuh Sampah, Saluran Irobayan di Boyolali Perlu Dibersihkan

Kondisi saluran Irigasi Irobayan di Dukuh Kanoman, Desa Gagak Sipat, Ngemplak Boyolali, Kamis (13/9 - 2018). Tampak tanaman belukar dan sampah mengotori saluran tersebut. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
14 September 2018 20:39 WIB Anik Sulistyawati Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Saluran irigasi Bendungan Irobayan di Dukuh Kanoman, Desa Gagak Sipat, Ngemplak, Boyolali dipersiapkan untuk musim tanam (MT) pertama tahun ini. Pembibitan bagi petani di daerah irigasi (DI) Waduk Cengklik rencananya dimulai pekan depan. Pembibitan ini akan memanfaatkan daerah di sekitar saluran irigasi Irobayan dan Cengklik sayap kanan. Sementara saluran Cengklik sayap kiri belum dapat dialiri air karena masih dalam perbaikan.

Rencananya, saluran irigasi diuji coba sebelum pembibitan dengan sistem buka tutup dari Waduk Cengklik untuk menghemat air. Air harus cukup hingga hujan pertama yang diperkirakan jatuh di akhir November atau awal Desember. Penelusuran wartawan Solopos.com, Nadia Lutfiana Mawarni, Kamis (13/9/2018) mulai dari pintu Bendungan Irobayan semak belukar menutupi sebagian besar area bendungan. Hal ini mengakibatkan air berwarna hijau lumut keruh. Kondisi ini sebelumnya pernah terjadi Juni tahun lalu.

Bergeser pada saluran di sebelah timur bendungan, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Volume air semakin sedikit sehingga lumpur di dasar saluran tampak kasat mata. Saluran ini melintasi bawah rumah warga sehingga dimanfaatkan sebagai lokasi pembuangan limbah rumah tangga. Terbukti dengan banyaknya sampah plastik, botol minuman kemasam, buih-buih busa bekas sabun, serta air yang berwarna kehitaman. Warga Kanoman, Daroji, 48, mengaku empat bulan terakhir bau busuk timbul dari saluran.

“Sebelumnya tidak pernah, mungkin karena ada ampas pabrik tahu yang ikut dibuang di sini,” kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com. Daroji mengatakan di sekitar saluran irigasi itu ada sekitar lima buah industri tahu rumahan.

Limbah diperparah dengan tanaman semak belukar yang tumbuh di dinding samping saluran irigasi. Tanaman itu nantinya bisa menghambat aliran air menuju area persawahan yang berada di sebelah selatan saluran. Sementara itu, aliran air dari Waduk Cengklik telah dihentikan sejak Mei lalu dengan alasan debit yang terlalu kecil. Salah satu petani penggarap sawah di Kanoman, Suripto, 55, mengatakan selama air waduk tidak mengalir petani menggunakan diesel untuk memompa air dari tanah. “Tapi sebelumnya air memang dari Irobayan,” kata Suripto.

Sebelumnya, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengelola Air (GP3A) Tri Mandiri, Samidi, telah meminta kepada para petani untuk melakukan kerja bakti membersihkan saluran Irigasi Irobayan sebelum pembibitan dimulai. “Itu kalau tidak dibersihkan airnya tidak akan sampai [sawah],” kata dia Rabu (12/9/2018).

Tokopedia