Proyek Kretek Bang Dimulai Bulan Depan, Dishub Wonogiri Siapkan Dua Jalur Alternatif

Tim mengukur bidang di Kretek Bang atau jembatan kereta api (KA) di kawasan kota Wonogiri, Jumat (24/8). (Solopos - Rudi Hartono)
14 September 2018 17:20 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) agar tak terjadi kemacetan saat proyek Kretek Bang di kawasan kota mulai dikerjakan. Dishub merencanakan mengalihkan lalu lintas ke dua jalan alternatif.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Wonogiri, Sulardi, kepada Solopos.com, Jumat (14/9/2018), mengatakan dua jalan alternatif yang bisa dilalui pengguna jalan saat proyek Kretek Bang dikerjakan nanti, yakni persimpangan Klampisan tembus persimpangan Kantor Pertanahan Wonogiri dan jalan dekat Mapolres Wonogiri tembus perempatan Wonokarto dekat RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.

Teknis MRLL akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan pihak terkait lain. Penentuan teknis MRLL akan dilakukan setelah menyurvei dua jalan alternatif tersebut.

“Berdasarkan koordinasi dengan kontraktor proyek, jalan utama akan ditutup total atau tidak, tergantung kebutuhan,” kata Sulardi.

Jika ditutup total berarti kendaraan harus melalui jalan alternatif. Jika ditutup sebagian, rekayasa lalu lintas tetap dibutuhkan agar tidak terjadi kepadatan kendaraan yang parah di Jl. Ahmad Yani dekat perempatan Ponten itu.

Pantauan Solopos.com, jalan Klampisan tembus persimpangan Kantor Pertanahan dapat dilalui kendaraan berat dan ringan karena lebar jalan memadai, yakni mencapai lebih 7 meter. Kondisi jalan beraspal hotmix dengan panjang lebih kurang 4 km.

Saat ini jalan tersebut merupakan jalan searah dari Klampisan menuju persimpangan Kantor Pertanahan bagi mobil kecil maupun besar. Jika difungsikan dua arah, jalan itu dapat digunakan kendaraan dari arah timur atau Ngadirojo dan utara atau Sukoharjo/Solo.

Sementara itu, jalan alternatif dekat Mapolres tembus perempatan Wonokarto melalui Lingkungan Jetis, Kelurahan Wuryorejo dan sejumlah kampung di Kelurahan Giriwono. Kondisinya tak sepenuhnya bagus.

Jalan yang rusak terdapat ruas dari dekat Mapolres menuju Dusun Jetis. Selebihnya sudah beraspal. Lebar jalan lebih kurang 4 meter dengan panjang lebih kurang 5 km. Jalan dapat dilalui sepeda motor dari arah selatan atau Wuryantoro dan barat atau Sukoharjo/Solo.

Warga Wonogiri, Iwan, menginformasikan jalan dekat Mapolres tembus perempatan dekat RSUD tak bisa untuk simpangan mobil karena lebar jalan tak memadai. Pemkab perlu memperbaiki kerusakan di jalan dekat Mapolres tembus perempatan dekat RSUD terlebih dahulu jika ruas tersebut akan dijadikan jalan alternatif.

“Pengendara juga harus hati-hati saat melintas di jalan itu karena jalannya naik-turun,” ucap dia.

Seperti diketahui, pekerjaan fisik proyek kretek bang direncanakan dimulai Oktober mendatang dan ditarget rampung Desember 2019. Pelaksananya Balai Teknis Perkeretaapian (BTPKA) Wilayah Jawa Bagian Tengah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Trotoar

Pagu anggaran proyek 2018 senilai Rp25,7 miliar, sedangkan proyek 2019 senilai Rp9 miliar. Proyek bakal berdampak pada lalu lintas lantaran jembatan kereta api itu berada di atas jalan raya. Proyek meliputi pelebaran jalan bawah jembatan 8,1 meter menjadi 14,6 meter.

Ruang bebas (terowongan) yang sekarang setinggi 4,55 meter di sisi kanan dan 4,85 meter di sisi kiri akan ditambah menjadi 5 meter. Panjang jembatan rel KA semula 16,44 meter ditambah menjadi 25 meter-27,5 meter. Tepi jalan akan diberi trotoar di masing-masing sisi jalan selebar 1 meter. 

Tokopedia