Bulog Surakarta Jual Beras Medium Rp8.500/kg

Ilustrasi beras. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
15 September 2018 07:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Perum Badan Logistik (Bulog) melakukan penetrasi pasar untuk mengendalikan kenaikan harga beras di pasaran.

Bulog menggandeng para pengecer seperti pedagang pasar tradisional dan toko kelontong untuk menjual beras medium seharga Rp8.500 per kilogram (kg).

Bulog menggencarkan gerakan stabilisasi harga pangan di setiap daerah di Indonesia. Hal ini sesuai instruksi Menteri Perdagangan mengenai penetrasi pasar bebas untuk menyokong ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium.

Bulog berkomitmen menggelontorkan beras selama harga beras belum stabil di pasaran. “Gerakan stabilisasi harga pangan tak hanya beras melainkan juga komoditas pangan lainnya. Namun, saat ini, kami fokus mengendalikan harga beras lantaran masih fluktuatif,” kata Kepala Gudang Bulog Telukan, Wisnu Sancoyo, saat berbincang dengan Solopos.com di Pasar Ir. Soekarno, Jumat (14/9/2018).

Bulog menggandeng sejumlah pedagang pasar tradisional dan toko kelontong di setiap desa/kelurahan. Mereka dipasok beras medium yang dijual senilai Rp8.500 per kg.

Harga beras medium ini dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah pusat yakni Rp9.450 per kg. Sementara harga beras medium di pasaran bekisar Rp10.000 per kg-Rp12.000 per kg.

“Harga beras medium yang dijual Bulog di bawah harga pasaran. Beras ini dijual di sejumlah pedagang pasar dan toko kelontong di setiap daerah,” ujar Wisnu.

Bulog menjamin kualitas beras medium yang dijual tak berbeda jauh dibanding beras di pasaran. Beras medium itu juga dijual saat menggelar operasi pasar (OP) di Pasar Bekonang dan Pasar Tawangsari pada awal 2018. Kala itu, beras dijual Rp9.100 per kg.

Beras yang disediakan sebanyak 10 ton ludes hanya dalam waktu empat jam. Masyarakat sangat antusias memborong beras yang dijual saat OP beras.

“Gerakan stabilisasi harga pangan dilaksanakan tanpa batas waktu. Mudah-mudahan harga beras di pasaran kembali normal,” papar dia.

Wisnu menambahkan serapan beras saat musim kemarau di Kabupaten Jamu masih stabil. Faktor cuaca tak berpengaruh signifikan terhadap produksi padi. Wisnu menjamin stok beras aman hingga akhir tahun lantaran berlimpahnya gabah hasil panen.

Sementara itu, seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Ir. Soekarno, Aris, mengatakan harga beras medium yang dipasok Bulog jauh lebih murah dibanding beras sejenis. Selama ini, harga beras tergantung kondisi padi.

Apabila bulir padi utuh dibanderol dengan harga tinggi. Sebaliknya, jika bulir padi pecah otomatis harganya lebih murah.



Tokopedia