Kisah Ayam Hitam Legam di Asale Cemani Sukoharjo

Pengendara sepeda motor melewati jalan perkampungan di wilayah Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Kamis (6/9 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
15 September 2018 20:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Cemani merupakan salah satu desa di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Wilayah Desa Cemani berbatasan dengan Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Solo.

Karakteristik masyarakat Cemani Sukoharjo tak berbeda jauh dibanding Kota Bengawan lantaran jarak antarwilayah hanya dibatasi sungai.

Di balik kemajemukan karakteristik masyarakat itu, Cemani menyimpan histori yang cukup menarik. Konon asale nama desa tersebut berasal dari jenis ayam ras lokal yang bulunya bewarna serba hitam. Cerita rakyat asal usul Desa Cemani Sukoharjo diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun.

Cerita rakyat itu tak bisa dipisahkan dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di masa lalu, sebagian lahan wilayah Desa Cemani merupakan tanah lapang. Sebagian lahan lainnya merupakan perkebunan yang ditanami buah-buahan.

“Rombongan kerabat keraton hendak berburu rusa di hutan. Mereka berjalan kaki dari Solo menuju Sukoharjo,” kata seorang sesepuh Desa Cemani, Suwiryo, saat berbincang dengan solopos.com, Kamis (6/9/2018).

Dia mengisahkan rombongan kerabat Keraton Solo berjalan kaki ratusan kilometer. Sesekali mereka beristirahat untuk melepas lelah dan menyantap bekal makanan dan minuman. Lantaran berjalan kaki tanpa henti selama berhari-hari, anggota rombongan kerabat Keraton Solo didera kelelahan fisik.

Rombongan kerabat Keraton Solo akhirnya memilih beristirahat di tanah lapang yang dikelilingi pohon rindang. Mereka beristirahat sambil memulihkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan jauh.

“Saat rombongan kerabat keraton tengah istirahat, tiba-tiba muncul seekor ayam jantan berwarna serba hitam dari ujung kepala hingga kaki. Mereka kaget sekaligus kagum terhadap ayam itu,” ujar dia.

Salah satu anggota kerabat keraton lantas menangkap ayam itu dan dimasukkan ke dalam kotak kayu. Mereka mengurungkan niat untuk berburu dan langsung kembali ke keraton setelah menangkap ayam.

Lokasi munculnya ayam warna hitam itu diberi nama cemani sesuai jenis ayam tersebut. “Warna ayam itu serba hitam legam dan sangat menarik perhatian kerabat keraton. Saat itu, ayam cemani yang baru saja ditangkap menjadi hewan peliharaan kerabat keraton,” papar dia.

Di sisi lain, seorang warga Desa Cemani, Ahmadi, mengatakan terdapat petilasan kerabat keraton di wilayah Desa Cemani. Bisa jadi, mereka memang sering berburu hewan liar di wilayah itu. Selama ini, ada beberapa warga setempat yang memelihara ayam cemani di rumahya.