Lelang Revitalisasi Pasar Klewer Timur Solo Molor

Lahan bekas Pasar Klewer timur. (Solopos/Dok)
16 September 2018 15:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Lelang proyek revitalisasi Pasar Klewer sisi timur oleh Pemkot Solo molor dari target. Sedianya lelang ditargetkan berlangsung akhir Agustus.

Namun hingga kini di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Solo belum juga memuat informasi perihal lelang tersebut.

Lelang belum bisa dilaksanakan Pemkot lagi-lagi lantaran masih menunggu penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari pemerintah pusat.

“Memang belum [lelang pembangunan Pasar Klewer timur]. Targetnya akhir bulan kemarin [Agustus],” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (15/9/2018).

Pemkot Solo masih menunggu DIPA pembangunan Pasar Klewer timur. DIPA merupakan dasar Pemkot melelang proyek pembangunan Pasar Klewer timur.

Sesuai rencana pembangunan pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini akan dibiayai Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui pos anggaran Tugas Pembantuan (TP) 2018.

Anggaran pembangunan Pasar Klewer sisi timur dikucurkan setelah Kemendag menyetujui sesuai dengan permohonan Pemkot senilai Rp58 miliar. Namun di tahap pertama, Kemendag menguncurkan anggaran Rp42 miliar, sisanya dicairkan tahun berikutnya.

Anggaran tersebut diajukan setelah Pemkot merevisi kebutuhan dana proyek tersebut. Analisis ulang terhadap rencana anggaran belanja (RAB) revitalisasi Pasar Klewer itu tidak terlepas dari kenaikan harga bahan bangunan lantaran dikerjakan pada tahun ini.

Seperti diketahui, proyek pembangunan Pasar Klewer sisi timur gagal dikerjakan tahun lalu. Selama ini revitalisasi Pasar Klewer sisi timur belum bisa direalisasikan lantaran tender proyek tersebut dua kali gagal mendapat pemenang.

Padahal Kemendag telah mengucurkan dana Rp48 miliar untuk merealisasikan pembangunan tersebut. Mepetnya waktu pengerjaan diduga menjadi penyebab lelang Pasar Klewer tak diminati rekanan.

Para rekanan tak berani berspekalusi menggarap proyek dalam waktu tiga bulan. “Kemendag akhirnya menyetujui anggaran Rp58 miliar sesuai permohonan kami. Hanya tahap pertama di tahun ini dikucurkan Rp42 miliar, sisanya Rp16 miliar tahun depan,” jelas Subagiyo.

Pembangunan Pasar Klewer sisi timur tahap pertama meliputi bangunan lantai basement, semi basement, dan atap. Dengan jumlah kios dibangun di tahap pertama hanya 220 kios dari keseluruhan 527 kios.

Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kios pasar sebelum dibongkar dan dibangun ulang. Sisa kios akan dilanjutkan pembangunannya tahun depan. “Kami targetkan lah secepatnya lelang bisa dilaksanakan,” katanya.

Dia berharap proses lelang berjalan lancar dan tidak menemui kegagalan lantaran tak ada rekanan pemenang lelang. Dengan demikian proyek pembangunan Pasar Klewer timur bisa dikerjakan dan ditargetkan rampung tahun depan.

Saat ditanya kemungkinan tidak ada pelamar peserta lelang lantaran mepetnya waktu pengerjaan, Subagiyo tak ingin berandai-andai.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mendesak Kemendag segera menerbitkan DIPA untuk pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Menurut Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu, yang terpenting pembangunan pasar sudah mencapai 80 persen pada tahap pertama tahun ini sehingga bisa ditempati pedagang.

Merujuk detail engineering design (DED), revitalisasi Pasar Klewer timur akan dibangun dua lantai, yaitu basement dan semi basement. Selain itu pada bagian atas akan digunakan untuk hall.

Nantinya antara bangunan pasar timur dan barat akan dibuat jalur khusus sebagai penghubung. Dengan demikian ada koneksi antara bangunan basement dan semi basement sisi barat dan timur.

"Nah nanti anggaran Rp42 miliar paling tidak bangunan sudah berdiri dan bisa digunakan. Tinggal sisanya konektivitas dan hall dilanjutkan tahun depan," katanya.