Layanan Fastpos Diluncurkan di Solo, Apa Saja Kelebihannya?

Warga menunjukkan aplikasi Fastpos melalui ponselnya dalam acara peluncuran Fastpos di area CFD di Ngarsopura, Solo, Minggu (16/9 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
16 September 2018 15:45 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--PT Pos Indonesia memperkenalkan produk barunya, Fastpos, kepada masyarakat Solo, Minggu (16/9/2018). Melalui aplikasi Fastpos, pelanggan bisa memesan jasa pengiriman, melihat tarif, hingga melakukan pembelian produk secara online.

Kepala Regional VI PT Pos Indonesia, Dwi Indarmani, mengatakan Fastpos merupakan salah satu cara dari Pos Indonesia dalam mendukung gerakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Tengah Naik Kelas serta gerakan digitalisasi layanan Pos Indonesia yang telah dicanangkan.

“Aplikasi ini dibuat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya. Seperti mau pesan makanan, mau pesan barang, membayar tagihan listrik, telepon dan sebagainya. Nanti semua kebutuhan masyarakat itu bisa dipenuhi dari Fastpos. Tunggu saja perkembangannya," kata dia saat ditemui wartawan di area Car Free Day (CFD) Solo dalam kegiatan peluncuran Fastpos, Minggu.

Berdasarkan pantauan solopos.com, pada tampilan aplikasi tersebut terdapat layanan Pos-Bike, Pos-Food, Pos-Box, Pos-Mover, Pos-Beli dan Pos-Bayar.

Menurutnya, aplikasi Fastpos yang sudah dapat diunduh melalui HP tersebut merupakan jawaban Pos Indonesia terhadap tantangan bisnis digital. Melalui aplikasi tersebut masyarakat bisa menikmati jaminan keamanan, keleluasaan dan kemudahan pengiriman barang lewat Pos.

Aplikasi tersebut diharapkan juga memberikan semangat baru bagi para pelaku UMKM khususnya sektor makanan, minuman dan oleh-oleh khas Jawa Tengah talam memperluas apsar.

Kepala Kantor Pos Solo, Eko Sumaryanto, mengatakan saat ini aplikasi Fastpos sudah bisa dinikmati di Solo. Dia optimistis aplikasi tersebut akan mendapat respons positif dari masyarakat.

"Saat ini sudah ada 25 merchant yang merespons. Ke depan tentu akan terus bertambah," kata dia.

Sesangkan jumlah pengunduh aplikasi tersebut saat ini diklaim sudah lebih dari 1.600 orang di lingkup Jawa Tengah. Disebutkan, untuk wilayah Semarang, jumlah pengunduh aplikasi sudah mencapai 1.647 orang.

Tokopedia