Aksi Pencurian Diesel Petani di Sragen Marak, Polisi Bekuk 2 Pelaku

Diesel merek Honda milik Wardi, 62, warga RT 001 Kaloran, Gemolong, Sragen, yang dicuri maling.(Istimewa/Dokumentasi Polsek Gemolong)
16 September 2018 07:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Para petani di Kabupaten Sragen dibuat resah dengan maraknya aksi pencurian mesin diesel di wilayah setempat. Padahal diesel saat ini sangat dibutuhkan untuk menyedot air guna mengairi lahan pertanian selama musim kemarau.

Maraknya tindak pencurian diesel terjadi di beberapa wilayah kecamatan yang mempunyai lahan pertanian luas dan kondisinya kurang air.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat diwawancarai wartawan, Jumat (14/9/2018), mengatakan salah satu wilayah kecamatan yang menjadi sasaran aksi para pencuri yaitu Gemolong. Sebagaimana diketahui, wilayah Gemolong mempunyai lahan pertanian yang luas namun kekurangan air saat kemarau.

Dengan kondisi seperti itu cukup banyak petani mempunyai mesin diesel untuk digunakan menyedot air. “Tak hanya Gemolong. Ada beberapa wilayah kecamatan lain yang mempunyai karakteristik sama sehingga jadi sasaran pencuri,” ujar dia.

Dua di antara para pelaku tindak pidana pencurian mesin diesel berhasil ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Gemolong. Penyidik Polsek sedang mengorek keterangan dari para tersangka ihwal di lokasi mana saja mereka pernah beraksi.

“Saat ini masih dalam pengembangan kasus ihwal TKP mana saja yang pernah dilakukan pencurian oleh dua tersangka ini. Sebab berdasar inventarisasi kami ada beberapa kecamatan yang menonjol tindak pencurian mesin diesel milik petani,” kata Arif Budiman.

Dia mengimbau para petani selalu berhati-hati menyimpan mesin dieselnya. Sebab tren saat musim kemarau saat ini banyak pencuri yang mengincar mesin diesel. ”Kewaspadaan dini masyarakat menjadi faktor yang sangat kami harapkan,” seru dia.

Terpisah, Kapolsek Gemolong, AKP I ketut Putra, menjelaskan tersangka pencuri diesel yang ditangkap jajarannya yaitu Parman alias Cemeng, 37, warga Dukuh Jetis RT 001/RW 006 Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.

Dalam kesehariannya Parman dikenal sebagai pedagang asongan. Ada juga tersangka Eko Susanto alias Dobleh, 31, warga Dukuh Jetis RT 002/RW 003 Desa Ketitang, Nogosari, Boyolali. Dalam menjalankan aksi pencurian, Parman dan Eko bekerja sama.

Mereka diduga kuat mencuri mesin diesel milik Wardi, 62, warga Kaloran RT 001 Desa Kaloran, Gemolong, Sragen, pada Sabtu (8/9/2018) pukul 01.00 WIB. Tindak pencurian itu terjadi di area persawahan Dukuh Krajan RT 005 Kaloran, Gemolong.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian sekitar Rp2,8 juta. Selain menangkap dua tersangka, polisi juga menyita barang bukti (BB) tindak kejahatan Parman dan Eko berupa satu mesin diesel merk Honda dan sepeda motor Suzuki Shogun.