Dishub Solo Targetkan 30 Feeder Baru Beroperasi Oktober 2018

19 September 2018 05:05 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 15 angkutan umum kota (angkuta) pengumpan (feeder) baru milik Dinas Perhubungan (Dishub) Solo telah tiba di Solo pada Senin (17/9/2018). Belasan feeder Batik Solo Trans (BST) tersebut kini diparkir di halaman Kantor Dishub.

Kabid Angkutan Dishub Solo, Taufiq Muhammad, menyampaikan masih ada 15 feeder baru lagi yang bakal tiba di Kota Bengawan pada tahun ini.

Belasan feeder yang disediakan dengan dana APBD Kota Solo tahun 2018 itu sebenarnya bisa saja diantar ke Solo bersama 15 feeder lain, tapi Dishub memutuskan untuk menunda pengiriman karena keterbatasan lahan parkir.

Dishub tidak bisa meminjam tempat di Terminal Tipe A Tirtonadi karena di sana juga tengah penuh. Alhasil, 15 feeder lain bakal dikirim belakangan.

“Total ada 30 feeder baru. Yang sudah sampai di Solo baru 15 unit. Sedangkan 15 unit lainnya dikirim nanti, nunggu ada tempat dulu untuk parkir,” kata Taufiq saat diwawancarai solopos.com soal adanya feeder di halaman Kantor Dishub Solo, Selasa (18/9).

Taufiq mengakui Dishub belum membagi kewenangan pengoperasian 30 feeder baru tersebut, yakni apakah akan dijalankan koperasi angkuta Trans Roda Sejati (TRS), koperasi Bersama Satu Tujuan (BST), atau keduanya.

Oleh sebab itu, dia menyampaikan, besar kemungkinan feeder baru belum bisa dioperasikan pada bulan ini. Selain butuh diskusi dengan para pengurus koperasi angkuta, Dishub merasa perlu juga terlebih dahulu mengecek kondisi feeder sebelum dijalankan untuk melayani masyarakat di Kota Bengawan.

“Pembagian tanggung jawab pengoperasian feeder baru belum kami putuskan. Nanti kan kami rapatkan dulu dengan pengurus dan anggota koperasi. Targetnya ya feeder ini bisa dijalankan secepatnya. Kalau bisa Oktober atau November depan,” tutur Taufiq.

Taufiq memastikan 30 feeder baru itu memiliki model yang sama dengan 30 feeder yang telah disediakan Dishub pada 2017 lalu. Armada feeder baru dilengkapi dengan pintu hidrolik sehingga pengemudi tidak ada alasan lagi untuk tidak menyalakan alat air conditioner (AC) ketika membawa penumpang.

Pasalnya, pengemudi bisa dengan mudah membuka dan menutup pintu penumpang hanya dengan memencet tombol di bawah stir. Ke depan dia tidak ingin mendengar keluhan lagi dari masyarakat terkait sikap sopir feeder kedapatan melanggar standar operasional prosedur (SOP).

“Kami masih mendapati keluhan dari masyarakat soal sikap pengemudi feeder yang tidak mematuhi SOP baik di koridor 11, 13, 8, maupun 9. Rata-rata keluhan terkait dengan AC dan rokok. Banyak penumpang meminta sopir menyalakan AC dan tidak merokok di mobil. Kami sudah meminta kepada pengurus koperasi untuk membina para pengemudi yang salah. Kami kemudian akan menindak sopir yang nekat mengulangi kesalahan,” jelas Taufiq.

Berdasarkan catatan solopos.com, sebelumnya Solo Dishub tidak tepat waktu dalam merealisasikan pengoperasian feeder. Pada 2016, Dishub awalnya menargetkan bisa mengoperasikan 41 feeder pada akhir tahun itu, tapi ternyata baru berhasil pada 6 April 2017.

Pada 2017 juga, Dishub yang awalnya menargetkan bisa mengoperasikan 30 feeder pada akhir tahun lalu, ternyata baru bisa berhasil pada 5 Februari tahun 2018 ini.

Mundurnya pengoperasian feeder dari target tersebut disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya tarik ulur pembahasan tanggung jawab pengelolaan feeder dan jalur yang bakal dilewati.