Kontraktor Flyover Manahan Solo: 28 Oktober Hanya Soft Launching

Pengendara melintas di Jl. dr. Moewardi sisi barat lokasi proyek pembangunan flyover Manahan Solo, Minggu (29/4 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
19 September 2018 14:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Yasa Putra Perkasa mengonfirmasi ulang pernyataan sebelumnya yang menyebut jalan layang (flyover) Manahan akan dibuka untuk umum mulai 28 Oktober 2018.

Kontraktor pembangunan flyover Manahan tersebut menyebut pada 28 Oktober itu flyover Manahan hanya soft launching dan dibuka untuk kepentingan lomba lari Solo Open 10K.

PT Yasa Putra Perkasa belum bisa memastikan kapan flyover Manahan bisa dilalui untuk kendaraan umum. Site Manager PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi, menjelaskan kebijakan pembukaan flyover Manahan berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Yang jelas, PT Yasa Putra Perkasa punya target menyelesaikan pembangunan flyover di atas perlintasan sebidang Manahan itu pada pertengahan November 2018.

“Pada 28 Oktober flyover bisa dilalui kendaraan tapi hanya untuk kepentingan lomba lari. Setelah itu, sudah kami putuskan flyover akan ditutup lagi untuk kelancaran pengerjaan tahap finishing,” kata Ari kepada Solopos.com, Rabu (19/9/2018).

Ari menyampaikan acara peresmian flyover Manahan  yang bakal digelar Pemkot Solo pada 28 Oktober hanya bersifat awalan atau soft launching. Dia menyebut acara peresmian flyover sesungguhnya bakal diselenggarakan oleh Kementerian PUPR setelah proyek rampung.

Ari menduga Pemkot menggelar acara peresmian flyover Manahan pada 28 Oktober karena merujuk target waktu awal penyelesaian proyek pembangunan infrastruktur jalan tersebut. Tapi dia mengakui PT Yasa Patria Perkasa besar kemungkinan tidak bisa menyelesaikan pembangunan flyover Manahan pada Oktober 2018.

“Dari Kementerian PUPR menghendaki flyover dibuka untuk umum kalau sudah 100%. Nanti flyover bisa dilalui setelah ada FHO [final hand over] proyek dulu,” jelas Ari.

Ari membenarkan jika menunggu proyek rampung, flyover Manahan baru bisa dilalui kendaraan umum paling cepat akhir November 2018. Dia meminta masyarakat bersabar.

Masyarakat diimbau bisa melalui jalan alternatif seperti biasanya karena pembangunan flyover belum rampung. Lagi pula, masyarakat juga diuntungkan jika flyover baru dibuka setelah 100% rampung.

Dia menilai masyarakat otomatis akan lebih aman melaju atau melewati flyover Manahan yang sudah dilengkapi dengan pagar pembatas, lampu, dan rambu.

“Lebih baik memang kami kerjakan dulu hingga selesai, baru flyover dibuka untuk umum. Kalau dibuka dulu, kami juga takut mengalami kesulitan dalam mengerjakan tahap akhir,” tutur Ari.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, sebelumnya mengatakan Kementerian PUPR rencananya membangun flyover Purwosari setelah flyover Manahan. Dia menilai pembangunan flyover Purwosari idealnya dikerjakan setelah flyover Manahan benar-benar jadi.

Dengan demikian, arus lalu lintas kendaraan yang selama ini lewat perlintasan sebidang Purwosari bisa dilarikan terlebih dahulu masuk flyover Manahan selama masa pengerjaan proyek pembangunan flyover Purwosari. Dia menganggap pengalihan arus lalu lintas menuju flyover Manahan menjadi solusi paling memungkinkan untuk diambil ketika perlintasan sebidang Purwosari mulai ditutup.

“Bukan hanya usul Dishub, pembangunan flyover Purwosari dikerjakan setelah flyover Manahan siap dilewati kendaraan itu sudah menjadi program Pak Wali. Tidak mungkin lah dua flyover itu dikerjakan bareng karena bisa bikin macet di mana-mana,” kata Hari.