Menjijikkan! Bangkai Ayam dan Pembalut Dibuang di Pinggir Jalan Klego Boyolali

Bangkai ayam di bawah jembatan jalan lintas Kecamatan Simo-Klego di Desa Tanjung, Klego, Boyolali, Selasa (18/9 - 2018) siang. (Nadia Lutfiana Mawarni)
19 September 2018 03:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Bau busuk bangkai tercium tajam dari arah jembatan kecil di jalan lintas Simo-Klego, Desa Tanjung, Klego, Boyolali, Selasa (18/9/2018).

Belakangan diketahui bau itu berasal dari bangkai ayam yang entah dibuang oleh siapa di bawah jembatan di tikungan paling utara setelah melewati kawasan wisata Lembah Gunung. Bau busuk bangkai tercium tajam dari arah jembatan kecil di jalan lintas Simo-Klego, Desa Tanjung, Klego, Boyolali, itu.

Jembatan tersebut berukuran sangat pendek, hanya ada dua pembatas di sisi kanan dan kiri yang juga berfungsi sebagai tempat duduk, seperti "buk" dalam istilah Jawa.

Bau busuk layaknya bangkai awalnya menyeruak hingga ke tepi jalan ketika melintasi jembatan itu. Ternyata di bawah jembatan tersebut digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

Sampah juga ditemukan di gua-gua kecil yang banyak terdapat di sepanjang jalan. Saat Solopos.com turun ke tempat itu, ternyata banyak bangkai ayam di bawah jembatan itu.

Solopos.com menghitung ada sekitar lima karung seukuran karung beras yang semuanya berisi bangkai ayam. Tiap karung berisi 10-15 bangkai. Apabila ditotal jumlahnya bisa mencapai 50-60 bangkai ayam.

Warga Simo yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di objek wisata Lembah Gunung Madu (LGM), Wahyu Agung, 37, mengatakan bau menyengat seperti bangkai bahkan tercium hingga LGM yang berjarak 400 meter dari jembatan pada Sabtu (15/9/2018).

Beberapa pengunjung yang datang dari arah Klego mengeluhkan hal serupa. "Tapi baru tahu kemarin-kemarin kalau itu ternyata bangkai ayam," kata dia saat berbincang dengan Solopos.com di tempat kerjanya.

Pada hari-hari berikutnya bau berangsur-angsur menghilang namun tetap menyengat jika mendekati jembatan. Selain bangkai ayam, jembatan tersebut juga menjadi lokasi pembuangan sampah basah, seperti tampon, pokok bayi, dan kain tidak terpakai.

Solopos.com bahkan menemukan satu karung berisi pembalut wanita haid. Padahal, Wahyu mengatakan tempat itu menjadi salah satu tempat favorit anak-anak muda duduk berpacaran.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Suyadi, mengaku tidak tahu-menahu soal wilayah desanya yang menjadi tempat pembuangan bangkai ayam.

"Belum ada laporan dari warga kami," kata dia ketika ditemui di Balai Desa.

Jalan tersebut merupakan jalan lintas kecamatan sehingga dimungkinkan tidak hanya warga lokal yang membuang sampah. Suyadi menuturkan beberapa warganya memang bekerja sebagai peternak. "Tapi sekarang tiga kandang sedang kosong," kata dia.

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Tanjung, Moh. Setiyatno, mengatakan petugas Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Boyolali datang ke kantor desa pada Senin (17/9) lalu untuk menanyakan perihal bangkai tersebut.

"Kami tidak tahu menahu. Imbauan kepada warga untuk tidak buang sampah sembarangan akan terus kami sampaikan," kata dia.