Pemkot Berencana Bangun Underpass Dekat Flyover Manahan Solo

Pekerja menggunakan crane saat merangkai konstruksi launcher girder di flyover Manahan, Solo, Senin (3/8 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
20 September 2018 21:05 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mewacanakan pembangunan terowongan atau underpass di dekat jalan layang (flyover) Manahan untuk dipakai para pengguna kendaraan tidak bermotor menyeberang perlintasan sebidang Manahan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Nur Basuki, memaparkan dalam rapat pembahasan pembangunan flyover Manahan dan flyover Purwosari di Balai Kota Solo, Rabu (19/9/2018), Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyampaikan pandangan soal kemungkinan dibangun terowongan di dekat flyover Manahan.

Pada dasarnya, kata dia, semua peserta rapat setuju dengan gagasan Wali Kota itu. Tapi untuk kepastian pembangunannya, Pemkot perlu berkonsultasi dulu dengan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub maupun PT KAI karena bersinggungan dengan infrastruktur pereketaapian.

“Nanti kami coba kirim surat pemberitahuan dulu ke Kemenhub dan PT KAI terkait. Kalau mereka mengizinkan, ya terowongan jadi dibangun,” kata Nur Basuki saat dimintai tanggapan solopos.com terkait nasib para pengguna kendaraan tidak bermotor yang membutuhkan akses untuk menyeberang perlintasan sebidang Manahan Solo, Kamis (20/9/2018).

Nur Basuki mengatakan DPUPR berencana tidak akan mencantumkan rencana detail pembangunan underpass di dekat flyover Manahan kepada Kemenhub maupun PT KAI.

Terkait lokasi penyediaan underpass, Pemkot juga belum menentukan  di barat atau timur flyover Manahan. Begitu juga dengan jarak, DPUPR belum bisa menyampaikan overpass bakal dibangun di samping atau berada terpisah dengan flyover. Yang jelas, kata Basuki, underpass cukup jika dibangun dengan lebar jalan 3 meter persegi.

“Saya rasa terowongan dibangun satu saja sudah cukup. Lebar jalannya kemudian dibuat sekitar 3 meter.  Nanti kendaraan tidak bermotor mulai dari sepeda, becak, atau pejalan kaki yang ingin menyeberang perlintasan rel Manahan bisa lewat terowongan itu,” jelas Nur Basuki.

Nur Basuki menyampaikan Pemkot sementara tidak akan membuka perlintasan sebidang Manahan hanya untuk memfasilitasi para pengguna kendaraan tidak bermotor menyeberang dari arah Manahan menuju arah Kota Barat atau sebaliknya setelah flyover Manahan selesai dibangun.

Langkah itu diambil Pemkot karena merujuk pada UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian dan demi menjaga keselamatan masyarakat. Dia meminta masyarakat khususnya para pengayuh becak dan pegiat sepeda untuk bersabar karena Pemkot tengah mengupayakan penyediaan underpass.

“Kami tentu tahu selama ini para pengayuh becak dan pesepeda di Manahan harus menempuh jarak cukup jauh ketika ingin menuju ke arah Kota Barat atau sebaliknya. Maka dari itu Pak Wali memikirkan untuk dibangun terowongan di perlintasan sebidang Manahan guna memfasilitasi para pengguna kendaraan tidak bermotor,” tutur Nur Basuki.