Ikut Seleksi Sekda Solo, Kepala Inspektorat Sragen Ngaku Hanya Penggembira

ilustrasi mutasi pejabat. (Solopos/Dok)
20 September 2018 20:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kepala Inspektorat Kabupaten Sragen, Wahyu Widayat, menyiratkan dirinya bersikap nothing to lose terkait keikutsertaannya dalam seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo.

Sebagaimana diinformasikan, Wahyu menjadi satu-satu pejabat dari luar Pemkot Solo yang mendaftar ikut seleksi calon Sekda Solo. Wahyu bersaing dengan enam pejabat yang semuanya dari Solo.

Diwawancarai wartawan di Sragen, Kamis (20/9/2018), Wahyu menilai kandidat Sekda dari Kota Solo lebih berpeluang ketimbang dirinya. "Kalau saya ibaratnya sebagai penggembira saja," tutur dia.

Kepada awak media Wahyu mengaku baru kali pertama mengikuti seleksi calon Sekda Solo. Dia tak ikut beberapa seleksi calon Sekda sebelumnya karena memang belum memenuhi syarat.

"Saya tidak pernah mengklaim diri saya lebih dari pendaftar lainnya. Saya ikut seleksi ini untuk mencari pengalaman saja. Justru local content di sana [Solo] yang punya nilai tambah," ujar dia.

Tujuan lain Wahyu ikut seleksi calon Sekda Solo untuk membuka ruang agar nuansa setiap seleksi jabatan tidak kaku dan beku. Tidak ada praduga-praduga terkait siapa calon yang akan lolos.

"Saya akan coba cairkan itu agar kalau ada peluang seleksi jabatan, selama memenuhi persyaratan, ya silakan ikut. Perkara jadi atau tidak ya itu sudah jadi urusan pansel," kata dia.

Wahyu punya obsesi di tiap kabupaten/kota ada manajer dengan kompetensi tertentu seperti yang sudah diterapkan di eselon I kementerian. Posisi itu dilelangkan ke profesional.

Di sisi lain, Wahyu mengaku mendapat persetujuan Bupati, Wabup, dan Sekda, ihwal langkahnya maju dalam seleksi calon Sekda Solo. Pengajuan berkas administrasinya memenuhi syarat.

Laki-laki kelahiran Klaten, 18 Juli 1964, itu merasa punya modal kedekatan dengan Solo. Sejak 2004, dia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo.

"Kebetulan tiga anak saya sudah sejak 2004 tinggal di Solo. Saya pun sering di Solo," aku dia.

Disinggung agenda uji gagasan seleksi Sekda Solo, Wahyu mengaku sudah bersiap diri. Dia mengumpulkan sejumlah literasi untuk mematangkan ide atau gagasan pembangunan Solo.

Literasi tersebut dikomparasikan dengan visi-misi Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. "Untuk uji gagasan saya hanya belajar literasinya. Jadi mungkin akan jadi kelemahan saya. Tapi materi yang ada akan saya rangkai dan pahami, saya sesuaikan visi misi," kata dia.

Program Waras-Wasis-Wareg Kota Solo, menurut Wahyu, akan dipadukan dengan konsep Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Penanggulangan Kemiskinan (PK) Kabupaten Sragen.

Konsep itu bisa disempurnakan dengan digitalisasi sehingga lebih milineal untuk bisa diterapkan di Solo. "Mudah-mudahan Panitia Seleksi berkenan dengan konsep itu," ujar dia.