2 Traffic Light Dipasang di Flyover Manahan Solo

Pekerja menggunakan crane saat merangkai konstruksi launcher girder di flyover Manahan, Solo, Senin (3/8 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
21 September 2018 11:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana memasang traffic light atau lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di dua lokasi untuk menunjang kelancaran arus lalu lintas di Flyover Manahan Solo.

Dua lokasi itu yakni perempatan Mapolresta Surakarta (simpang Jl. Adisucipto-Jl. K.S. Tubun) dan simpang Jl. Hasanuddin-Jl. Dr. Moewardi. Traffic light akan dipasang setelah pembangunan jalan layang itu kelar.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, menerangkan pemasangan lampu APILL di perempatan Mapolresta Surakarta diperlukan untuk mengantisipasi kekacauan lalu lintas di seputaran Gelora Manahan setelah dibangun flyover.

Dishub tidak ingin kendaraan dari Jl. dr. Moewardi yang ingin menuju ke arah Jl. M.T. Haryono belok seenaknya setelah turun dari flyover Manahan sisi Jl. Adisucipto. Kendaraan dari Jl. dr. Moewardi nantinya diarahkan belok di perempatan Mapolresta Surakarta jika ingin ke Jl. M.T. Haryono.

“Karena tak difasilitasi jalur penghubung langsung di flyover, kendaraan dari Kota Barat yang ingin menuju Jl. M.T. Haryono mesti berputar melewati Jl. K.S. Tubun dan Jl. Menteri Supeno. Kendaraan tidak bisa mengambil jalan cepat dengan putar balik di Jl. Adisucipto karena berisiko kecelakaan,” kata Ari saat ditemui Solopos.com di Kantor Dishub, Kamis (20/9).

Lampu APILL juga bakal dipasang di simpang Jl. Hasanuddin-Jl. dr. Moewardi, tepatnya di pintu terowongan flyover sisi barat. Ari menjelaskan pemasangan lampu APILL di lokasi itu untuk mencegah kecelakaan.

Tikungan di pintu masuk terowongan sisi barat termasuk tajam sehingga kendaraan di Jl. dr. Moewardi akan sulit melihat kedatangan kendaraan di Jl. Hasanuddin maupun sebaliknya. Dishub memasang lampu APILL untuk membagi kendaraan yang lewat.

“Terjadi crossing dan merging di terowongan flyover sisi selatan sehingga peluang terjadinya kecelakaan sangat tinggi karena pandangan pengendara terbatasi oleh bangunan overpass tersebut. Solusi yang kami pikirkan adalah memasang traffic light di sana sehingga dapat memisah pergerakan kendaraan," jelas Ari.

Apabila traffic light belum siap, arus lalu lintas dari arah Pasar Nongko wajib belok kiri menuju Kota Barat, tidak diperbolehkan lurus ke arah Brengosan.

Selain memasang traffic light, Dishub juga bakal memasang barikade atau water barrier untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di sekitar Manahan maupun Kota Barat setelah flyover mulai dioperasikan.

Sebagai contoh, Dishub bakal memasang water barrier di Jl. Adisucipto dari pintu keluar masuk flyover hingga Plaza Manahan. Untuk jangka panjangnya, kata ari, Dishub berencana membangun media jalan di sana.

Water barrier dipasang untuk menghindari crossing kendaraan mengingat di kawasan tersebut ada sekolah dan Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Solo.

“Lokasi ram [mulut] flyover berada di sisi pintu masuk timur Gelora Manahan dan pintu SD Kalam Kudus sehingga dikhawatirkan kendaraan akan langsung menyeberang ke lokasi tersebut,” jelas Ari.