Begini Pengaturan Lalu Lintas Setelah Flyover Manahan Solo Dibuka

Pekerja menggunakan crane saat merangkai konstruksi launcher girder di flyover Manahan, Solo, Senin (3/8 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
21 September 2018 13:16 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kondisi lalu lintas di perlintasan kereta api (KA) Manahan Solo dan sekitarnya dipastikan berubah dengan adanya flyover atau jembatan layang di atas perlintasan itu.

Dinas Perhubungan (Dishub) Solo sudah membuat rencana pengaturan lalu lintas berdasarkan perkiraan dampak setelah flyover Manahan dibuka. Berikut gambarannya berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com dari Dishub Solo.

1. Sekitar Simpang Tiga Patung Kuda Manahan

Dampak yang terjadi di lokasi ini setelah flyover dibuka yakni adanya lokasi ram flyover di bukaan simpang tiga patung kuda Manahan sehingga dimungkinkan arus lalu lintas dari arah Jl. Menteri Supeno yang akan ke Kota Barat melalui ruas jalan depan Gedung Wanita akan crossing (bersimpangan) dengan kendaraan dari arah selatan (di bawah) dan merging (bertemu) dengan kendaraan dari arah utara (di ram naik flyover).

Kondisi sebelumnya, di utara simpang tiga Patung Kuda terdapat rambu larangan belok kanan. Dampak lainnya yakni hilangnya jalur lambat di sayap barat flyover.

Untuk mengatasi dampak tersebut Dishub berencana memberlakukan jalur satu arah dari selatan ke utara di jalan depan Gedung Wanita.

Selain itu, Dishub akan menggeser rambut pendahulu penunjuk jurusan (RPPJ) di simpang tiga Jl. M.T. Haryono ke arah barat di simpang tiga utara Gedung Wanita

Dishub juga merencanakan perbaikan desain geometrik simpang tiga Jl. M.T. Haryono dan Jl. Menteri Supeno serta menambah lajur khusus sepeda/bike lane dengan penanda markah di sayap barat flyover.

2. Simpang Tiga Cipto Mangunkusumo dan Simpang Empat Pasar Nongko

Lokasi simpang tiga Cipto Mangunkusumo akan menjadi jalur alternatif dari arah simpang empat Purwosari, Kota Barat, sampai Stasiun Solo Balapan melalui underpass Hotel Agas maupun sebaliknya.

Di sisi lain, simpang empat Pasar Nongko masih ditutup barikade serta ada penurunan kapasitas jalan atau bottleneck simpang sebidang kereta api.

Dishub berencana mengembalikan arus lalu lintas di Perempatan Pasar Nongko seperti semula karena akan ada arus lalu lintas dari arah barat ke timur atau dari Hotel Agas ke Pasar Nongko. Selain itu juga memperbesar kapasitas simpang sebidang kereta api di Pasar Nongko dengan menambah lebar dan radius putar.

3. Terowongan Flyover Sisi Utara

Di lokasi ini, Dishub akan memberlakukan pengaturan kendaraan dari arah Jl. Sam Ratulangi tidak boleh masuk ke dalam terowongan/jalan menuju Jl. M.T. Haryono.

Dishub juga akan memasang rambu informasi jurusan arah atas dan bawah underpass dari Jl. M.T. Haryono.

4. Simpang Masjid Kota Barat

Dampak yang terjadi di kawasan ini setelah flyover Manahan dibuka yakni jarak antara ram sisi selatan dengan simpang empat Masjid Kota Barat hanya 98 meter sehingga pergerakan di simpang empat tersebut rawan lakalantas. Selain banyak sekolahan di kawasan Kota Barat.

Untuk mengatasi situasi itu Dishub akan memberi markah kejut/rumble street mendekati kaki utara Masjid Kota Barat. Selain itu perlu juga dipasang barikade/water barrier.

Di kawasan sekolah akan ada penanganan drop zone pengantar dan penjemput siswa. Saran Wali Kota Solo, drop zone ini berlokasi di area parkir sisi selatan Lapangan Kota Barat.

Flyover Manahan Solo sesuai target akan selesai sepenuhnya sekitar November dan akan dibuka akhir tahun ini. Tapi sebelum itu, pada 28 Oktober ada pembukaan sementara semacam soft launching untuk acara lomba lari 10 K dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda.