Utang BPJS Kesehatan Boyolali Rp70 Miliar, Ini Rinciannya 

Logo BPJS Kesehatan
21 September 2018 21:13 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI-Jumlah utang BPJS Kesehatan Cabang Boyolali yang membawahi wilayah Boyolali dan Klaten hingga Kamis (20/9/2018)mencapai Rp70 miliar. Sementara itu, untuk mendanai operasional rumah sakit BPJS menyarankan agar pengelola rumah sakit meminjam dana talangan kepada perbankan.

Utang tersebut merupakan akumulasi dari 22 rumah sakit di dua daerah tersebut yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Boyolali.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Juliansyah mengatakan tunggakan BPJS Kesehatan kepada mitranya ini terjadi di hampir seluruh kantor cabang di daerah akibat defisit anggaran BPJS Kesehatan secara nasional.

“BPJS Kesehatan Boyolali ini membawahi dua daerah yaitu Boyolali dan Klaten. Untuk mitra di Boyolali ada 10 rumah sakit dan Klaten 12 rumah sakit. Sampai 20 September tunggakan kami di Boyolali senilai Rp30 miliar lebih sedangkan di Klaten sekitar Rp40 miliar lebih sehingga totalnya antara Rp70miliar-Rp75 milar,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya di Boyolali, Jumat (21/9/2018).

Dia menambahkan angka itu bergerak dinamis bisa naik bisa turun seiring masuknya klaim baru atau adanya kucuran dana dari pemerintah untuk membayar tunggakan. Disinggung mengenai tunggakan BPJS Kesehatan Boyolali Cabang kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUD PA) Boyolali yang mencapai Rp16 miliar, Juliansyah mengoreksi bahwa utang yang harus dibayar sekitar Rp2,4 miliar. “Utang kami ke RSUD PA sekitar Rp2,4 miliar, belum termasuk penalti karena keterlambatan pembayaran kami,” kata dia.

Menurutnya, perbedaan angka antara pihak BPJS dengan pihak RSUD PA tersebut kemungkinan disebabkan belum adanya penyerahan klaim rumah sakit kepada pihaknya, atau proses verifikasi klaimnnya belum selesai.

Sementara itu, terkait solusi pemerintah untuk mengatasi defisit anggaran secara nasional dengan bail out senilai Rp4,9 triliun, pihaknya berharap dana itu bisa dicairkan akhir bulan ini untuk membayar tunggakan kepada mitranya.

Sementara sembari menunggu pencairan dana pemerintah untuk membayar utang BPJS Kesehatan kepada rumah sakit-rumah sakit mitra, pihaknya menyarankan agar rumah sakit meminjam dana talangan kepada bank.

“Kami menyadari bahwa rumah sakit butuh cash flow agar mereka bisa tetap beroperasi. Karena adanya keterlambatan pembayaran dari kami ini, silakan meminjam dana talangan dari bank dengan berbagai kemudahan. Ini sudah dilakukan beberapa rumah sakit swasta. Kalau [rumah sakit] negeri agak sulit karena mungkin belum ada payung hukum soal peminjaman dana talangan ini,” imbuh dia.

Sebelumnya, Direktur RSUD PA Siti Nur Rokhmah Hidayati, Kamis (20/9/2018) menyebutkan tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUD PA) Boyolali mencapai sekitar Rp16 miliar. Tunggakan tersebut merupakan akumulasi 2017 hingga saat ini.

“Sampai saat ini [tunggakan BPJS Kesehatan] sekitar Rp16 miliar akumulasi 2017-2018,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui seusai Rapat Fokompimda Menjelang Pemilu 2019 di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Kamis. Nur juga menambahkan tagihan rata-rata RSUD PA kepada pihak BPJS Kesehatan senilai Rp6,5 miliar per bulan.