Pengusaha Desak Sosialisasi soal Rekayasa Lalu Lintas di Flyover Manahan Solo

Pekerja menggunakan crane saat merangkai konstruksi launcher girder di flyover Manahan, Solo, Senin (3/8 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
22 September 2018 14:45 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pengusaha di seputaran Kota Barat dan Manahan, Kota Solo, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera mengadakan sosialisasi terkait rencana penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL) pascapembangunan jalan layang (flyover) Manahan.

General Manager (GM) Hotel Agas, Budi Setiawan, mengatakan para pengusaha butuh informasi terkait skema rekayasa lalu lintas disampaikan sesegera mungkin karena akan diteruskan kepada para pelanggan atau masyarakat.

Manajemen Hotel Agas khawatir para calon tamu atau masyarakat akhirnya membatalkan reservasi karena mendapati kesulitan ketika menuju Hotel Agas untuk check in. Dia menyebut masyarakat mesti diberi tahu dulu jauh-jauh hari soal bagaimana caranya menuju Hotel Agas setelah dibangun flyover.

“Kami usul Pemkot segera menggelar sosialisasi terkait rencana akses jalan yang bisa dilalui setelah flyover jadi. Kami perlu informasi itu untuk disosialisasikan ke tamu-tamu,” kata Budi saat diwawancarai solopos.com, Jumat (21/9/2018).

Budi Setiawan mengaku tidak ingin Pemkot kembali menggelar sosialsiasi rekayasa lalu lintas terlalu mepet dengan hari H seperti saat akan dibangun flyover Manahan lalu. Dia mengusulkan paling lambat sosialisasi digelar 45 hari sebelum hari H penerapan.

Budi mengatakan sosialisasi perlu digelar sesegera mungkin juga penting supaya para pengusaha atau masyarakat punya kesempatan untuk memberi masukan kepada Pemkot.

Bukan tidak mungkin, kata dia, para pengusaha atau masyarakat yang terdampak punya pandangan lebih baik terkait rekayasa lalu lintas pascapembangunan flyover.

“Sosialisasi semestinya tidak hanya digelar Pemkot di awal tapi juga di tengah saat flyover sudah mulai dibuka untuk umum, terutama apabila terjadi perubahan skema. Yang terjadi selama ini, pemerintah atau kontraktor sering mengubah skema rekayasa lalu lintas tiba-tiba. Banyak tamu yang bingung sehingga membatalkan reservasi,” ujar Budi.

Budi mengatakan akibat penerapan rekayasa lalu lintas pembangunan flyover Manahan, Manajamen Hotel Agas merugi. Banyak calon tamu yang membatalkan reservasi diduga akibat bingung saat ingin menuju hotel di Jl. dr. Moewardi tersebut.

Dalam penerapan rekayasa lalu lintas pascapembangunan flyover Manahan, dia ingin pemerintah menyediakan akses kendaraan dari Hotel Agas bisa masuk ke flyover menuju Manahan.

“Sementara ini banyak reservasi yang dibatalkan sehingga operasional hotel terganggu parah. Dampak dari hal itu tidak lain gaji untuk karyawan sering terlambat dibayarkan. Pemberian gaji kepada berapa karyawan bahkan masih dicicil,” jelas Budi.

Manager on Duty Sophie Souffle Solo, Heni Pujiastuti, menganggap penting sekali bagi pemerintah untuk sesegera mungkin menyosialisasikan rencana penerapan rekayasa lalu lintas pascapembangunan flyover Manahan.

Informasi tersebut dibutuhkan secepatnya oleh para pengusaha untuk disampaikan kepada para pelanggan dan masyarakat. Dia menyebut kemudahan akses arus lalu lintas termasuk menjadi bagian penting dalam membuka usaha.

Heni berharap pemerintah memberi ruang kepada para pelaku usaha terdampak langsung flyover untuk menyampaikan pikiran atau masukan.

“Sangat penting sosialisasi rekayasa lalu lintas pascapembangunan flyover Manahan dilakukan sesegera mungkin. Informasi rekayasa lalu lintas yang disepakati kemudian akan kami sebar ke pelanggan dan masyarakat,” terang Heni yang memiliki outlet di Jl. M.T. Haryono Solo.

Ditemui terpisah, Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, berkomitmen sesegera mungkin menggelar sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana penerapan skema rekayasa lalu lintas pacapembangunan flyover Manahan.

Dia menyampaikan Dishub Solo tentu bakal mendengar setiap masukan dari masyarakat atau para pengusaha. Ari mengatakan setelah menggelar sosialsiasi, Dishub akan mengadakan simulasi rekayasa lalu lintas. Pelaksanaan simulasi rencananya digelar setelah badan jalan flyover Manahan diaspal oleh kontraktor.