Kementerian PUPR Ambil Alih Pembangunan Pasar Klewer Timur Solo

Lahan bekas Pasar Klewer timur. (Solopos/Dok)
24 September 2018 18:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil alih rencana pembangunan Pasar Klewer Solo sisi timur.

Sesuai rencana pembangunan pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah ini dikerjakan mulai November dengan sistem multiyears atau tahun jamak.

Kepastian pengambilalihan pembangunan kembali Pasar Klewer timur diterima Pemkot Solo setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) batal membiayai revitalisasi pasar tersebut. Mepetnya sisa waktu pelaksanaan tahap I revitalisasi menjadi penyebabnya.

“Kami menerima informasi Kemendag batal mencairkan anggaran untuk Pasar Klewer timur sekitar dua pekan lalu dari Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika dijumpai wartawan di Balai Kota, Senin (24/9/2018).

Subagiyo segera berkoordinasi kembali dengan Kemendag terkait hal ini. Sebelumnya Kemendag menjanjikan akan memberikan anggaran revitalisasi Pasar Klewer timur tahap I senilai Rp42 miliar melalui dana Tugas Pembantuan (TP) pada tahun ini.

Namun sampai saat ini Pemkot Solo belum juga mendapat Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) proyek itu. Dengan kondisi ini rencana lelang pembangunan Pasar Klewer pada Agustus lalu pun molor.

Lantaran tahun anggaran 2018 tinggal menyisakan waktu sekitar tiga bulan, Kemendag memutuskan menarik kembali anggaran revitalisasi dari dana TP tersebut.

“Kemendag sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Anggaran revitalisasi akan dikucurkan Kementerian PUPR dengan lompat tahun atau multiyears,” katanya.

Harapannya pembangunan Pasar Klewer timur mulai dikerjakan November mendatang. Guna memastikannya, Subagiyo akan berkoordinasi kembali dengan Kementerian PUPR pekan ini.

Hal ini sekaligus memastikan teknis pembangunan Pasar Klewer tersebut. Pengalihan sumber anggaran ke Kementerian PUPR dinilai lebih menjamin pelaksanaan revitalisasi karena bisa dikerjakan lompat tahun dan dalam satu tahap.

Sedangkan kucuran bantuan anggaran dari Kemendag hanya terbatas hingga akhir tahun anggaran ini, dan dikerjakan dalam dua tahapan. Di tahap pertama di tahun ini Kemendag akan dikucurkan Rp42 miliar, sisanya Rp16 miliar tahun depan.

“Tapi akhirnya batal dan diambil alih Kementerian PUPR untuk dikerjakan dalam satu tahap,” katanya.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo sebelumnya mendesak Kemendag segera menerbitkan DIPA untuk pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Menurut Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu, yang terpenting pembangunan pasar sudah mencapai 80 persen pada tahap I tahun ini sehingga bisa ditempati pedagang.

Merujuk detail engineering design (DED), revitalisasi Pasar Klewer timur akan dibangun dua lantai, yaitu basement dan semi basement. Selain itu pada bagian atas akan digunakan untuk hall. Nantinya antara bangunan pasar timur dan barat akan dibuat jalur khusus sebagai penghubung. Dengan demikian ada koneksivitas bangunan basement, semi basement sisi barat dan timur.

"Nah nanti anggaran Rp42 miliar paling tidak bangunan sudah berdiri dan bisa digunakan. Tinggal sisanya konektivitas dan hall dilanjutkan tahun depan," katanya.