Jembatan Sejlamprang Dibangun, Karangpandan-Ngargoyoso 10 Menit

Jembatan Sejlampang dibangun di Harjosari, Karangpandan, Karanganyar, Senin (24/9 - 2018). Jembatan tersebut menghubungkan Karangpandan dengan Ngargoyoso. (Ponco Suseno)
24 September 2018 20:51 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar membangun Jembatan Sejlamprang di Harjosari, Karangpandan, Karanganyar, Senin (24/9/2018). Pembangunan jembatan senilai hampir Rp2 miliar itu menjadi penghubung warga di Karangpandan dengan Ngargoyoso.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lapangan, pembangunan jembatan yang sudah dimulai sekitar dua pekan lalu itu berada di atas Sungai Sejlamprang. Sungai yang hulunya berasal dari lereng Gunung Lawu itu menjadi pembatas daerah Harjosari (Karangpandan) dengan Nglegok (Ngargoyoso). Saat ini, sejumlah pekerja fokus membangun fondasi jembatan. Dalam melaksanakan tugasnya, para pekerja menggunakan alat berat.

Proyek jembatan Sejlamprang yang menjadi usulan Pemerintah Desa (Pemdes) Harjosari banyak diminati peserta lelang. Sesuai data di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Karanganyar, terdapat 60 peminat. CV Sari Makmur Karanganyar memenangi lelang proyek jembatan dengan nilai Rp1,8 miliar. Waktu pembangunan Jembatan Sejlamprang selama 180 hari. Jembatan Sejlamprang memiliki panjang kurang lebih 18 meter dan lebar sekitar enam meter.

“Selama ini, warga desa Harjosari [Karangpandan] yang ingin ke Nglegok [Ngargoyoso] harus menempuh perjalanan jauh dengan memutar melalui Jl. Solo-Tawangmangu. Dengan adanya jembatan ini, warga dari Karangpandan atau pun Ngargoyoso dapat menyingkat waktu tempuh. Nantinya, kami akan usul memberi nama jembatan ini dengan jembatan cinta,” kata Kepala Desa (Kades) Harjosari, Sutarso, saat ditemui wartawan di kantornya, Senin.

Sutarso mengatakan jembatan Sejlamprang juga dapat menjadi jalur alternatif menuju Waduk Gondang, Kerjo. Dengan demikian, pembangunan jembatan tersebut dinilai sangat strategis karena memberikan manfaat ke warga Karanganyar.

“Di Kerjo itu ada waduk Gondang yang nantinya menjadi daya tarik warga Karanganyar dan sekitarnya. Bagi warga Karangpandan yang ingin pergi ke Kerjo dapat melintasi jalur alternatif ini. Perjalanan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Hal ini jauh berbeda ketika melintasi jalan biasanya [melalui pertigaan Dimoro di Jl. Solo-Tawangmangu] dengan waktu tempuh 30 menit,” katanya.

Sutarso mengatakan guna menambah nilai plus dari jembatan Sejlamprang, Pemdes Harjosari juga sudah mengusulkan perubahan status jalan sepanjang dua kilometer di desa setempat.

“Lantaran posisi jembatan Sejlamprang ini begitu vital, jalan menuju jembatan ini juga harus ditingkatkan. Makanya, kami mengusulkan menjadi jalan kabupaten [sebelumnya jalan desa],” katanya.

Petugas operasional jalan di Kecamatan Karangpandan, Suradi, mengatakan keberadaan jembatan di Harjosari sangat penting. Selain sebagai jembatan penghubung bagi warga di Karangpandan dengan Ngargoyoso, jembatan itu diharapkan dapat memberikan multiplier effect ke masyarakat.

“Semoga dengan keberadaan jembatan ini nanti, daerah di Harjosari [termasuk Ngargoyoso] lebih ramai lagi. Hingga saat ini [kemarin], pengerjaan jembatan relatif lancar karena cuaca masih baik [tidak hujan],” katanya.