2 Jalan Ini bakal Makin Padat Setelah Flyover Manahan Solo Dibuka

Pengendara motor melintas di Jl. Kalitan, Solo, Minggu (8/10 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
26 September 2018 05:05 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kondisi arus lalu lintas di Jl. Kalitan, Kelurahan Penumping, Laweyan, Kota Solo, dipastikan bakal semakin ramai setelah jalan layang (flyover) Manahan dibuka untuk kendaraan umum.

Pasalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bakal mengarahkan pengendara di Jl. Yosodipuro yang ingin masuk flyover Manahan untuk berputar dulu lewat jalan di depan rumah keluarga Presiden ke-2 RI Soeharto tersebut.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, melarang kendaraan di Jl. Yosodipuro putar balik di Kota Barat (Jl. dr. Moewardi) untuk masuk flyover Manahan Solo karena sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Hal itu bisa terjadi mengingat kendaraan yang tengah putar balik di mulut flyover sangat mungkin tertabrak kendaraan lain yang sedang melaju turun dengan kecepatan relatif tinggi ke arah selatan di flyover Manahan Solo.

“Kendaraan di Jl. Yosodipuro nanti tidak boleh belok kiri [masuk ke Jl. dr. Moewardi] lalu belok kanan [putar balik masuk flyover Manahan] karena rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Kendaraan akan kami putar dulu masuk Jl. Kalitan,” kata Hari saat diwawancarai solopos.com terkait rekayasa lalu lintas pascapembangunan flyover Manahan Solo, Selasa (25/9/2018).

Hari menilai kondisi Jl. Kalitan yang sekarang kurang lebar jika dipakai untuk menampung lonjakan kendaraan dari Jl. Yosodipiro pascapembangunan flyover Manahan. Oleh sebab itu, Dishub telah mengusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo untuk memperlebar Jl. Kalitan.

Apalagi tidak lama setelah dibangun flyover Manahan, kata dia, Kemen PUPR bakal membikin flyover Purwosari. Hari memprediksi arus lalu lintas di Jl. Kalitan bakal semakin padat saat proyek flyover Purwosari dikerjakan .

Pasalnya, banyak kendaraan dari arah timur yang akan menuju ke arah barat diyakini bakal beralih memanfaatkan flyover Manahan ketika perlintasan sebidang Purwosari ditutup untuk mendukung pembangunan flyover.

“Kami juga akan membuat Jl. dr. Moewardi steril parkir kendaraan setelah flyover Manahan jadi. Tujuannya tidak lain untuk mencegah kemacetan di kawasan Kota Barat pascapembangunan infrastruktur jalan tersebut. Sebagai gantinya, masyarakat yang selama ini memanfaatkan tepi Jl. dr. Moewardi diarahkan pindah parkir di area parkir selatan Lapangan Kota Barat,” jelas Hari.

Bukan hanya Jl. Kalitan, arus lalu lintas di Jl. Menteri Supeno di utara Gelora Manahan juga diprediksi semakin padat setelah pembangunan flyover Manahan. Jl. Menteri Supeno bakal menjadi akses utama bagi kendaraan dari Jl. dr. Moewardi (lewat flyover) untuk menuju ke arah Jl. M.T. Haryono.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, menegaskan kendaraan dari Jl. dr. Moewardi tidak bisa mengambil jalan cepat menuju Jl. M.T. Haryono dengan cara berputar balik di Jl. Adisucipto ruas Gelora Manahan karena berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Kami akan memasang barikade atau water barrier untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di sekitar Manahan maupun Kota Barat setelah flyover mulai dioperasikan. Sebagai contoh, water barrier akan dipasang di Jl. Adisucipto dari pintu keluar masuk flyover hingga Plaza Manahan. Water barrier dipasang untuk menghindari crossing kendaraan apalagi di sana ada sekolah dan kantor,” terang Ari.