Mudi-Mudi Bermesraan Di Taman Cerdas Solo Bikin Pengelola Jengkel

Pengelola Taman Cerdas Sumber, Sugimin, berjaga di taman cerdas tersebut, Rabu (26/9 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
26 September 2018 22:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Warga sekitar Taman Cerdas Sumber, Banjarsari, Solo, dibikin jengkel dengan ulah para muda-mudi yang tanpa malu nekat berbuat mesum di taman cerdas tersebut belakangan ini.

Salah satu warga setempat, Sugimin, 64, mengaku belum lama ini mendapati dua remaja nekat berbuat mesum di kompleks ruang belajar dan bermain di Jl. Kahuripan Utama tersebut. Sugimin yang merupakan penjaga Taman Cerdas Sumber merasa kecolongan.

Dia tak menyangka ada pengunjung berusia muda yang diketahui belum menikah tanpa malu-malu bermesraan di taman cerdas, tepatnya di bagian panggung.

Sugimin menemukan dua anak muda mesum sekitar dua bulan lalu saat mengawasi lingkungan itu pada malam hari. Seketika itu dia berkonsultasi dengan para pengelola Taman Cerdas Sumber lainnya.

Sugimin mengusulkan lampu taman cerdas sebaiknya dimatikan mulai pukul 18.00 WIB. Dia menyebut penutupan pagar utama taman cerdas selama ini ternyata tak cukup berhasil mencegah kedatangan pengunjung pada malam hari.

Sebagian pengunjung kedapatan bisa lewat pintu belakang dengan meloncati pagar. Sugimin memastikan usulan mematikan lampu taman cerdas lebih awal dari sebelumnya telah diamini para pengelola lainnya.

Usulannya itu juga disetujui Lurah Sumber Dwi Listyorini. Dia pun yakin ke depan tidak akan ada lagi pengunjung berbuat mesum di taman cerdas pada malam hari.

“Saya merasa prihatin dengan perilaku anak-anak zaman sekarang. Sebagian dari mereka tidak merasa malu untuk berbuat tak senonoh,” kata Sugimin saat berbincang dengan Solopos.com di Taman Cerdas Sumber, Rabu.

Sugimin mengaku beberapa waktu lalu juga mendapati Taman Cerdas Sumber dipakai untuk arena judi. Sebagian pelaku judi bahkan masih berusia muda.

Dia berharap para orang tua bisa menjaga anak masing-masing. Anak-anak zaman sekarang perlu diedukasi terutama soal moral dan etika bermasyarakat. Sugimin ingin anak-anak bisa spontan pulang dari taman cerdas ketika memasuki jam makan, salat, maupun istirahat.

Dia mendapati selama ini banyak anak-anak kerap acuh tak acuh dengan waktu ketika sudah beraktivitas di Taman Cerdas Sumber.

“Pemicunya ya ada layanan Internet [wifi] gratis. Kebanyakan anak-anak yang datang ke sini kan sambil bawa handphone. Saya sudah sering memperingatkan mereka untuk bisa membagi waktu. Tapi ya ada yang patuh, ada juga yang tidak peduli,” jelas Sugimin.

Sugimin menyebut layanan Internet gratis di Taman Cerdas Sumber sebenarnya bertujuan baik, yakni agar anak-anak punya referensi belajar lebih banyak. Namun kenyataannya, dia mendapati kebanyakan anak-anak datang ke taman cerdas setelah jam sekolah maupun saat hari libur hanay untuk memanfaatkan layanan wifi gratis guna mengakses game online.

Sugimin merasa tak berwenang menyetop anak-anak mengakses game online. Dia hanya bisa menyarankan. Menurut dia, anak-anak usia SD hingga SMP belum terlalu perlu dibekali ponsel.

Pengelola Taman Cerdas Jebres, Hari Sapto, bercerita petugas keamanan Taman Cerdas Soekarno Hatta Jebres juga pernah mendapati anak muda yang mencoba berbuat mesum di kompleks Taman Cerdas Jebres.

Petugas kemudian mengambil langkah tegas. Anak-anak yang kedapatan pacaran dengan mengambil tempat yang sepi diminta pindah.

Jika tersebut menolak pindah, anak-anak tersebut diminta keluar dari taman. Dia menyebut petugas bahkan pernah mendapati anak-anak mencoba mesum di toilet.

“Kami punya dua petugas pengamanan dalam satu sif dibantu 16 kamera CCTV. Memang yang pernah kami tangani adalah anak-anak pacaran. Kami pantau bila mencuri posisi yang gelap dan sepi, mereka harus pindah! Kalau ngeyel, mereka kami minta keluar. Kami pernah menemukan pengunjung berusaha melakukan mesum di toilet umum. Mereka kemudian kami bawa ke pos satpam dan orang tua mereka kami panggil untuk diberi pengarahan,” terang Sapto.