Ganjar Ingin Satpol PP Perempuan Jadi Ujung Tombak Penegakan Perda

Pelajar SMP menampilkan tarian saat digelar upacara pembukaan jambore Satpol PP se-Jawa Tengah di kompleks Candi Prambanan, Rabu (26/9/2018). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
26 September 2018 20:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 350 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) se-Jawa Tengah menggelar jambore di kompleks Candi Prambanan. Melalui jambore itu, Satpol PP diminta melakukan pendekatan secara humanis dalam penegakan peraturan daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, saat ditemui seusai pembukaan Jambore Satpol PP di kompleks Candi Prambanan, Rabu (26/9/2018).

Kami sudah sepakat dalam mendekati masyarakat, Satpol PP lebih humanis. Saya sudah sampaikan ketika berhadapan dengan masyarakat cegah dulu, komunikasi dulu. Kalau tidak bisa baru tindakan. Itu bisa diwujudkan dengan pelatihan seperti ini. Pengalaman seperti apa dalam menyelesaikan persoalan bisa saling bertukar,” kata Ganjar.

Ganjar menjelaskan jambore menjadi salah satu cara untuk menyegarkan kembali keterampilan pasukan Satpol PP. Selain keterampilan, mereka juga bisa mendapat pengetahuan baru terkait cara untuk menghadapi masyarakat yang melanggar ketertiban umum dengan lebih humanis.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyinggung keberadaan perempuan dalam pasukan Satpol PP. Keberadaan perempuan bisa memberi warna tersendiri bagi kinerja Satpol PP.

Peran Satpol PP perempuan itu ditaruh paling depan ketika berhadapan dengan masyarakat. Suasananya akan lebih adem. Berbeda ketika yang hadir itu bapak-bapak, suasananya bisa ngeri,” jelas Ganjar.

Terkait menghadapi Pemilu 2019, Ganjar juga menjelaskan Satpol PP memiliki peran. Hal itu terutama terkait pemasangan alat peraga kampanye. Ia berharap Satpol PP bisa mengedukasi pemasangan alat peraga itu agar tak dipaku di pohon hingga dipasang di sembarang tempat. “Ketika terjadi eskalasi saat kampanye, Satpol PP bisa ikut menjaga,” jelasnya.

Kepala Satpol PP Jateng, Sinung Nugroho Rahmadi, mengatakan ada 350 peserta Jambore Satpol PP se-Jateng. Mereka berasal dari 34 kabupaten/kota. Kabupaten Jepara tidak mengirimkan perwakilan mereka lantaran bersamaan dengan pergelaran yang ada di kabupaten setempat. Dari jumlah itu, 30 persen merupakan anggota Satpol PP perempuan. Jambore digelar mulai Selasa (25/9/2018) hingga Jumat (28/9/2018). Jenis kegiatan meliputi lomba PBB formasi, tarik tambang, serta panahan. Selain itu digelar pemberian santunan ke panti asuhan serta penyerahan gerobak pedagang kaki lima (PKL).

Sinung mejelaskan jambore digelar untuk meneguhkan kembali tugas Satpol PP dengan mengedepankan sikap humanis. “Dalam memberikan peran itu yang dikedepankan srikandi Satpol PP. Selama ini Satpol PP wanita memberikan bukti nyata bahwa kinerja mereka tak kalah dibanding Satpol PP laki-laki,” urai Sinung.

Ia mengatakan jumlah personel Satpol PP Provinsi Jawa Tengah (Jateng) 51 persen merupakan perempuan. “Untuk Satpol PP di tingkat kabupaten/kota kami belum menghitung. Namun, masing-masing Satpol PP kabupaten/kota sudah memiliki srikandi Satpol PP,” ungkapnya.