Solopos Hari Ini: Transisi Bikin Pasien Bingung

Harian Umum Solopos edisi Kamis (27/9 - 2018).
27 September 2018 11:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sejumlah pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan di RSUD dr. Moewardi Solo ditolak gara gara menggunakan surat rujukan manual berupa surat. Mulai Selasa (25/9/2018), RSUD yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah itu menerapkan rujukan online dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Rujukan lawas berupa kertas sudah tak berlaku sehingga pasien kebingungan. Berdasarkan pantauan Solopos, Selasa-Rabu (25-26/9/2018), pasien kebingungan dengan sistem baru itu. Banyak pasien tak terlayani karena tak terdaftar dalam rujukan online dari FKTP. Aturan baru di RSUD, pasien harus mendapat rujukan online dulu.

Kabar tentang peraturan baru BPJS Kesehatan soal rujukan itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (27/9/2018). Simak berita tersebut secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan preview laga Piala AFC U-16 antara Indonesia dan India. Indonesia diharapkan menang jika ingin melaju mulus ke babak selanjutnya.

Hanya Kemenangan yang Bikin Tenang

Kemenangan besar dengan skor 7-0 yang diraih Timnas Korea Selatan (Korsel) U-16 atas Timnas Afganistan U16, Selasa (25/6/2018), menjadi alarm bahaya bagi Timnas Indonesia U-16 di ajang Piala AFC U-16.

Bila tidak ingin bertemu Korsel yang hampir pasti memuncaki klasemen akhir Grup D, Garuda Asia, julukan Timnas Indonesia U-16, wajib menang atas India di laga terakhir Grup C di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (27/9/2018) pukul 20.45 WIB.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar tentang aksi mogo guru honorer K-2 di Kabupaten Klaten yang menjadi sorotan. Halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar utama tentang makam warna-warni di Karanganyar.

Guru Honorer Mogok, Sekolah Bingung

Aksi mogok kerja dilakukan sebagai bentuk solidaritas tenaga honorer kategori II (K2) salah satunya menuntut diangkat menjadi PNS. Kondisi itu seperti yang terjadi di sejumlah SD wilayah Kecamatan Prambanan.

Kepala SDN 2 Taji, Wahana, mengatakan ada empat tenaga honorer yang mengajukan izin sejak Selasa (25/9/2018) saat digelar aksi seribuan tenaga honorer K2 di pemkab. "Mereka tidak mogok kerja tetapi izin berhalangan tidak masuk. Hari ini tinggal dua orang di sekolah," kata Wahana saat ditemui wartawan di kantor Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Prambanan, Rabu (26/9/2018).

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Warna-Warni Agar Tak Angker Lagi

Menghias kampung dengan mengecat tembok rumah para penduduk dengan cat warna-warni agar menarik dilihat, sudah banyak dilakukan di berbagai daerah. Namun jika yang dicat warna-warni itu sejumlah kijing atau penanda makam di kompleks permakaman umum mungkin belum banyak.

Pengecatan kijing di permakaman umum dengan cat warna-warni ini bisa ditemui di salah satu permakaman umum di Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar, tepatnya di tempat permakaman umum Mojo, Dusun Cangkring Malang.

Baca selengkapnya di E-Paper Solopos.