Begini Cara Panitia Tes CPNS Antisipasi Kehadiran Joki dan Calo

Peserta ujian CPNS mengerjakan soal menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). (Solopos/Dok)
27 September 2018 21:05 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Panitia seleksi penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) atau calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 akan memberlakukan pengamanan berlapis selama pelaksanaan tes berlangsung. Hal ini untuk mengantisipasi joki dalam pelaksanaan tes CPNS 2018.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Solo Rakhmat Sutomo mengatakan panitia akan mensterilkan lokasi selama pelaksanaan ujian seleksi CASN. Mereka yang boleh masuk lokasi adalah peserta yang akan mengikuti ujian tersebut.

“Pengawasan akan diperketat selama pelaksanaan ujian seleksi,” kata dia ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Kamis (27/9/2018).

Panitia ujian, dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara, menyiapkan metal detector hingga kartu ujian dengan dilengkapi barcode sebagai pengamanan seleksi CASN. Panitia juga akan memeriksa terhadap setiap peserta ujian sebelum masuk ke dalam ruangan.

Salah satunya, petugas akan memeriksa kartu undangan apakah sesuai dengan peserta yang datang atau bukan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi joki saat ujian pelaksanaan CPNS. Jika terbukti ada pelamar yang menggunakan joki, panitia akan langsung menindak tegas.

“Jadi kami pastikan tidak ada joki. Tes CASN juga bebas dari calo, karena semua terkomputerisasi tidak ada titip-titipan,” katanya.

Rakhmat menambahkan seluruh proses seleksi dilakukan oleh pemerintah pusat yakni BKN. Pemkot maupun pemerintah kabupaten lain tidak memiliki kewenangan apa pun. Pemkot hanya diminta mengajukan formasi yang dibutuhkan.

“Semua sudah sistem elektronik. Jadi jangan percaya pada siapa saja yang menjanjikan diterima sebagai ASN," pintanya.

Kota Solo membuka 461 lowongan untuk tiga bidang, yakni tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya. Hingga hari kedua pendaftaran CASN Kota Solo, Rakhmat mengatakan berdasarkan hasil pantauan di website SSCN.BKN.go.id, masih nol pelamar.

Rakhmat berharap masyarakat membaca secara detail aturan main dalam seleksi CASN. Mengingat satu orang hanya dapat memiliki satu akun yang digunakan untuk memilih satu posisi.

“Ada informasi tambahan untuk formasi analis tata ruang sesuai Permenpan RB 41/2018,maka ijazah yang bisa mendaftar adalah jurusan planologi atau teknik perencanaan wilayah kota,” katanya.

Wakil Wali Kota (Wawali) Achmad Purnomo mengatakan kebutuhan ASN di Pemkot cukup tinggi, namun alokasi yang diberikan BKN hanya 461 formasi. Merujuk data jumlah ASN Pemkot tercatat 6.300 orang yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Padahal jika dihitung sesuai dengan beban kerja idealnya jumlah ASN Pemkot mencapai 9.000 orang, kekurangan jumlah ASN akan bertambah seiring abdi negara yang memasuki masa purnatugas.

"Rata-rata setahun jumlah ASN pensiun mencapai 300-400 orang. Jadi bisa dibayangkan kekurangannya berapa,” katanya.