6 Kecamatan di Sukoharjo Dilewati Proyek SPAM WGM

Ilustrasi air bersih (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
27 September 2018 15:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sepuluh bidang lahan di enam kecamatan terkena megaproyek sistem penyediaan air minum (SPAM) dari Waduk Gajak Mungkur (WGM) Wonogiri. Proses pembebasan lahan milik warga itu ditarget rampung pada akhir 2018.

Tim pengadaan lahan proyek pembangunan SPAM regional sudah menyosialisasikan soal pembebasan lahan itu di Gedung Setda Sukoharjo, Rabu (26/9/2018). Sosialisasi itu dihadiri pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo, camat, kepala desa, dan pemilik lahan.

Proyek pembangunan SPAM regional merupakan proyek strategis yang dibiayai APBN. Anggota tim pengadaan lahan proyek pembangunan SPAM Jateng, Hesti, mengatakan SPAM WGM bakal mencukupi pasokan air bersih di wilayah Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Kota Solo.

“Ada sembilan sampai 10 bidang tanah yang terkena dampak proyek pembangunan SPAM regional. Saat ini, masih dalam tahap sosialisasi pembebasan lahan milik warga,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu.

Di Sukoharjo, proyek pembangunan SPAM regional melewati enam kecamatan yakni Nguter, Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, dan Baki. Keenam kecamatan itu dilewati jalur perpipaan air minum dari WGM.

Dalam waktu dekat tim mengukur lahan milik warga yang terkena proyek pembangunan SPAM regional. Proses pembebasan lahan ditarget rampung Desember 2018.

“Kami segera bekerja karena waktunya sangat mepet. Akhir tahun ini harus selesai [pembebasan lahan]. Mudah-mudahan lancar, tidak ada kendala,” ujar dia.

Pembangunan SPAM regional itu untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah Soloraya. Selama ini, sebagian besar warga di wilayah Wonogiri dan Sukoharjo kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

Kapasitas produksi air proyek SPAM regional diperkirakan mencapai 1.100 liter/detik. Proyek ini diprediksi mampu mencukupi kebutuhan air bersih jutaan pelanggan di wilayah Soloraya.

“Konstruksi bangunan direncanakan dibangun mulai 2019 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Sukoharjo, Ibnu Tjahyana, mengatakan ada enam lokasi pembangunan tempat penampungan air antara lain wilayah Desa Serut dan Desa Pengkol di Kecamatan Nguter, Desa Duwet di Kecamatan Baki, dan Desa Gentan di Kecamatan Bendosari.

Ibnu belum mengetahui secara jelas manajemen dan sistem pengelolaan air minum program SPAM regional. “Bisa jadi pengelolaan air minum bakal melibatkan manajemen PDAM Tirta Makmur Sukoharjo. Biar tidak tumpang tindih karena sama-sama dikomersialkan,” kata dia.