Bupati dan Kepala LP Sragen Turun ke Jalan Kampanye Antinarkoba

Bupati Sragen Yuni Sukowati (kanan) menempelkan stiker pada motor di Jl. Raya Sukowati depan LP Kelas IIA Sragen, Kamis (27/9 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
27 September 2018 17:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen Yosef B. Yembise, para aparat dari TNI/Polri, narapidana, dan Geprek Group turun ke jalan dalam aksi kampanye memerangi narkoba dengan bagi-bagi stiker dan pamflet kepada warga yang melintas di Jl. Raya Sukowati Sragen, Kamis (27/9/2018).

Kampanye antinarkoba yang digagas Kepala LP Kelas IIA Sragen itu sebagai wujud gerakan moral melawan narkoba. Lewat bagi-bagi stiker dan pamflet, LP bersama Pemerintah Kabupaten Sragen dan instansi terkait mengajak masyarakat ikut berperan memerangi narkoba.

Aksi itu digelar di jalan depan LP dengan menghentikan para pengendara motor dan pengemudi mobil. Dalam kegiatan itu, Bupati memberi pesan dan nasihat agar menghindari narkoba dan pil koplo.

“Aksi ini dilakukan karena keprihatinan terhadap peredaran narkoba di Sragen. Kami bersepakat mengadakan sosialisasi, imbauan, dan kampanye antinarkoba. Dengan gerakan ini masyarakat supaya bersama-sama mempunyai perhatian terhadap peredaran narkoba yang memprihatinkan. Ke depannya ada sosialisasi ke pelajar-pelajar dan peningkatan pengawasan dari pihak aparat,” ujar Bupati saat ditemui wartawan di sela-sela bagi-bagi stiker.

Dia menyampaikan Sragen belum termasuk daerah darurat narkoba tetapi peredaran narkoba di Sragen perlu perhatian serius untuk menyelamatkan generasi muda. Dia mengatakan pemerintah dan stakeholders terkait perlu melakukan sesuatu supaya tidak terkesan ada pembiaran.

“Kalau keprihatinan ini dibiarkan lama-lama bisa menjadi darurat narkoba. Peran pemerintah jelas bersinergi dengan lembaga lain untuk kampanye antinarkoba secara terus menerus ke sekolah-sekolah. Bahayanya bukan hanya narkoba tetapi juga pil koplo sehingga perlu ada penertiban apotek,” ujarnya.

Bupati mengakui Sragen belum memiliki Badan Narkotika Nasional (BNN) karena pembicaraan yang muncul belum menemukan titik temu. Dia menjelaskan belum adanya lokasi, sarana prasarana, dan anggaran membuat BNN kabupaten belum bisa terbentuk.

Kepala LP Kelas IIA Sragen, Yosef B. Yembise, menambahkan aksi ini sebagai wujud perang terhadap narkoba. Dia menyampaikan belakangan ada sorotan ke LP Sragen yang masih ada peredaran narkoba di dalamnya.

Atas dasar itulah, Yosef bersama pemerintah berinisiatif untuk melakukan aksi perang melawan narkoba. “Dalam aksi ini, kami melibatkan 10 napi dan stakeholders lainnya, seperti TNI/Polri, Geprek Group, dan Muhammadiyah,” tambahnya.