Peserta Tes CPNS 2018 di Sragen Diperiksa Metal Detector

Ilustrasi tes CPNS. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
27 September 2018 18:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Setiap peserta tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 akan diperiksa menggunakan alat detektor logam atau metal detector saat memasuki lokasi tes yakni GOR Diponegoro Sragen.

Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Dwi Agus Prasetyo, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (27/9/2018) sore, menjelaskan persiapan pengamanan tes CPNS sudah fixed.

Perlengkapannya meliputi 700 unit laptop serta meja dan kursi dalam jumlah yang sama. “Laptop disediakan BKN [Badan Kepegawaian Negara] sementara untuk meja dan kursi dikoordinasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sesuai jadwal yang disiapkan, dalam sehari ada lima kali tes sehingga diperkirakan jumlah pesertanya banyak,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi calo dan hal-hal lain yang tidak diinginkan, Agus menyampaikan ada prosedur yang harus dilalui setiap peserta tes CPNS. Ketika memasuki ruang ujian di GOR Diponegoro Sragen, setiap peserta harus menitipkan barang di loker yang disediakan panitia.

Kemudian peserta melakukan registrasi untuk mencocokkan nomor ujian dan mengisi daftar hadir disesuaikan dengan kartu tanda penduduk (KTP).

“Setelah itu ada pengarahan tentang tata cara dan teknis ujian. Setiap peserta yang mengikuti tes tidak boleh membawa apa pun kecuali kartu ujian dan KTP. Nanti saat masuk ruang ujian akan diperiksa oleh petugas dengan membawa alat metal detector untuk mendeteksi adanya barang lain yang dibawa peserta yang nekat. Pemeriksaan itu dilakukan oleh petugas Satpol PP dan BKPP,” ujarnya.

Pintu masuk GOR ada dua pintu kecil. Setiap pintu akan dijaga lima petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sedangkan pengamanan di lingkungan sekitarnya akan dibantu tim Polda Jateng dan Polres Sragen karena peserta tes CPNS tidak hanya dari Sragen tetapi dari delapan daerah lainnya.

Computer assisted test (CAT), ujar dia, yang dilakukan untuk TKD maupun TKB juga tetap menggunakan komputer. “Selama ini untuk persiapan tes aman dan sudah fixed semua karena ada antisipasi sejak dini,” ujarnya.