Ingin Honor Setara UMK, Tenaga Honorer Klaten Harus Sabar

Honorer kategori II (K2) di Klaten menggelar aksi menuntut agar diangkat menjadi PNS, Selasa (25/9/2018).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
27 September 2018 19:10 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pemkab Klaten masih mempertimbangkan usulan agar honor para tenaga honorer disetarakan upah minimum kabupaten (UMK). Tahun ini, Pemkab sudah mengalokasikan dana untuk insentif guru honorer kategori II (K2).

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan insentif yang diberikan kepada 1.190 guru honorer K2 masing-masing menerima Rp3,6 juta untuk setahun. Alokasi anggaran diberikan melalui APBD Perubahan.

Kalau mau setara UMK, kami melihat potensi keuangan dulu. Semua juga harus dibicarakan dengan TAPD. Ya nanti kami bahas dulu,” kata Mulyani saat ditemui Espos di Setda Klaten, Kamis (27/9/2018).

Mulyani menjelaskan pengangkatan honorer K2 menjadi PNS kewenangan pemerintah pusat. Pemkab hanya bisa berharap keinginan para honorer K2 menjadi PNS bisa dikabulkan. “Sebenarnya harapan saya itu mereka bisa menjadi PNS. Perjuangan mereka selama bertahun-tahun sudah selayaknya PNS,” urai dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta masing-masing kabupaten/kota di Jateng mengalokasikan anggaran untuk honor setara UMK terutama untuk guru honorer.

Saat pelantikan bupati/wali kota beberapa waktu lalu kami minta kabupaten/kota menghitung ulang APBD. Tolong bayar mereka dengan UMK. Kalau tidak, minimal mendekati UMK sehingga bisa tahu berapa lama bisa sesuai UMK. Nanti diatur persyaratannya,” jelas Ganjar saat ditemui di kompleks Candi Prambanan, Rabu (26/9/2018).

Ganjar mengatakan pemberian honor setara UMK itu sebagai bentuk penghargaan para tenaga honorer. Selama ini, mereka mengabdi dengan honor yang minim berkisar Rp200.000/bulan.

Soal tuntutan honorer diangkat menjadi PNS, Ganjar menjelaskan hal itu menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpan RB. “Ada dua skenario, pertama melalui pendaftaran CPNS. Kedua, bagi yang tidak lolos akan punya kesempatan menjadi P3K sesuai bunyi UU ASN dengan sisi pendapatan sesuai UMK. Saya pernah mengusulkan ke pemerintah pusat tetapi memang belum disetujui bahwa untuk penerimaan CPNS itu prioritaskan pada honorer. Sehingga fresh graduate itu 20 persen saja, yang 80 persen itu kasih kesempatan kepada honorer terutama guru. Karena guru itu butuhnya banyak sekali," tutur dia.