Bantuan Pangan Nontunai Hangus Jika Tak Dimanfaatkan

Pekerja menata karung beras di pusat penjualan beras kompleks pertokoan Rolikuran Temanggung, Jateng, Rabu (5/9 - 2018). (Antara/Anis Efizudin)
27 September 2018 20:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dana bantuan pangan nontunai (BPNT) tidak dapat diakumulasi. Oleh karena itu, keluarga penerima manfaat (KPM) diharapkan membelanjakannya secara maksimal selama periode diterimanya BPNT.

BPNT di Wonogiri akan direalisasikan November mendatang. Saat ini Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri masih menunggu hasil verifikasi dan validasi data KPM.

Dana BPNT yang akan diterima setiap KPM nilainya Rp110.000/bulan. Dana ditransfer ke rekening BNI masing-masing KPM.

Dana dapat dibelanjakan berupa beras dan telur di warung gotong royong (e-warong) menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS) elektronik. BPNT merupakan program pengganti penyaluran beras sejahtera (rastra).

Kepala Dinsos Wonogiri, Suwartono, saat ditemui Solopos.com di Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, belum lama ini, mengatakan dana BPNT tak bisa terakumulasi. Dia mencontohkan dana BPNT yang ditransfer pada November, jika masih ada sisa tak bisa terakumulasi dengan dana BPNT yang ditransfer Desember.

Begitu pula seterusnya. Sisa dana tersebut secara otomatis akan kembali ke kas negara. Atas hal tersebut Suwartono berharap KPM membelanjakan dana BPNT semaksimal mungkin supaya tidak ada sisa dana.

“Kalau pun ada sisa ya sedikit saja,” kata Suwartono didampingi petugas pengolah data, Ari Setiawan.

Dia melanjutkan KPM hanya bisa membelanjakan dana bantuan di ewarong. Di Kota Sukses sudah siap 304 ewarong di 294 desa/kelurahan yang terdiri atas warung kelontong dan warung desa.

BPNT berupa beras dan telur akan disuplai kelompok tani (poktan) atau gabungan poktan (gapoktan). Dinsos bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) untuk mendorong poktan/gapoktan bersedia menjadi penyuplai.

Kebutuhan BPNT untuk kedua komoditas itu masing-masing mencapai 74 ton/bulan. "Prinsipnya, KPM bisa membelanjakan dana BPNT di semua e-warong. Namun, lebih baik belanjakan saja di e-warong yang masih di lingkup tempat tinggal,” imbuh Suwartono.

Terpisah, Pemimpin Bidang Pembinaan dan Pelayanan Bank BNI Wonogiri, Yudi Sisturino Solihin, menyatakan siap membukakan rekening dan mencetak KKS untuk seluruh KPM. Selain itu, BNI juga siap menyalurkan mesin electronic data capture (EDC) untuk seluruh ewarong.

Ke depan pengelola ewarong tak hanya bisa melayani KPM, tetapi bisa melayani setoran dan transaksi lainnya. Sebab, ewarong akan diarahkan menjadi Agen 46.

“Kendalanya, masih ada wilayah yang blank spot [tak terjangkau akses Internet]. Ini yang masih akan dicarikan solusi,” kata Yudi.

Seperti diketahui, realisasi BPNT berdasar data KPM yang terus diperbaiki oleh pemerintah desa selanjutnya diusulkan melalui Dinsos. Data KPM berdasar Basis Data Terpadu (BDT) BPS 2015 diperbaiki itu karena tak relevan sehingga tak tepat sasaran.

Pada Januari-Agustus tercatat 74.740 KPM. Pada September berkurang 532 KPM menjadi 74.208 KPM. Pada Oktober mendatang bertambah 202 KPM menjadi 74.410 KPM.

Data KPM yang digunakan dasar penyaluran BPNT November disesuaikan hasil verifikasi dan validasi terbaru. Setelah itu data akan terus diperbaiki sehingga diharapkan penyaluran BPNT pada awal 2019 sudah tepat sasaran.