Pemkot Solo Larang Jalan Sehat Bersama Jokowi Di CFD

Poster pengumuman acara jalan sehat bareng Jokowi di Solo. (Istimewa)
28 September 2018 19:40 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo melarang kegiatan Tombo Kangen dan Jalan Sehat Bersama Pak Jokowi yang rencananya digelar di Stadion Sriwedari Solo pada Minggu (30/9/2018) pagi.

Pemkot beralasan kegiatan tersebut memanfaatkan area Car Free Day (CFD) Jl. Slamet Riyadi yang seharusnya steril dari aktivitas politik. 

“Kami menerima informasi akan ada kegiatan jalan sehat bersama Jokowi di CFD Solo Minggu besok,” kata Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Achmad Purnomo saat konferensi pers di ruang Rapat Natapraja kompleks Balai Kota Solo, Jumat (28/9/2018) siang.

Jumpa pers dipimpin Wawali didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Untara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Said Romdhon, Kepala Satpol PP Sutarjo, dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno. 

Dalam konferensi pers tersebut juga dilakukan video conference dengan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang tengah berziarah di Yerusalem. 

Pemkot Solo tetap berkomitmen melarang area CFD untuk kegiatan berbau politik, termasuk rencana kegiatan "Tombo Kangen dan Jalan Sehat bersama Pak Jokowi". Meski kegiatan tersebut tidak menggunakan atribut kampanye Pilpres 2019, rencana hadirnya salah satu calon presiden (capres) dan perkiraan massa yang besar itu sudah menjurus ke kampanye.

“Maka sesuai komitmen pemerintah kota, CFD Slamet Riyadi Solo hanya untuk kegiatan ekonomi, seni, budaya, dan olahraga,” kata Wali Kota Rudy.

Rudy menjelaskan CFD adalah kawasan white area, yang artinya bebas dari kegiatan politik. Dengan demikian tidak boleh untuk kampanye capres, cawapres, partai politik, ataupun organisasi parpol.

“Mau pakai kaus putih dan tidak ada atribut pun, kalau ada capres, dan massa maka ada indikasi ke politik, jangan di CFD,” kata Rudy.

Rudy mengaku telah menghubungi panita kegiatan jalan sehat tersebut untuk memberi tahu komitmen Pemkot Solo yang menjadikan CFD sebagai kawasan terlarang untuk kegiatan politik. Rudy mempersilakan panitia menggelar kegiatan itu di lokasi lain.

Ditanya apakah kegiatan tersebut dilaksanakan PDIP atau tim pemenangan Jokowi, Rudy menjawab tidak. “Kegiatan itu bukan kami yang melaksanakan. Kegiatan itu mungkin digelar simpatisan atau sukarelawan pendukung Jokowi,” katanya.

Kepala Dishub Solo Hari Prihatno mengatakan sejauh ini Pemkot belum menerima pemberitahuan ihwal rencana kegiatan jalan sehat bareng Jokowi. 

“Kalau ke kami memang sebatas pemberitahuan acara. Ini terkait bagaimana pengaturan arus lalu lintas,” katanya.