Dievakuasi, Identitas Mayat Perempuan di Luweng Wonogiri Misterius

Proses evakuasi mayat perempuan di luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Pracimantoro, Wonogiri, Kamis (27/9 - 2018) malam. (Istimewa/Polres Wonogiri)
28 September 2018 18:35 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tim gabungan SAR dan polisi Wonogiri berhasil mengevakuasi mayat perempuan memakai helm yang ditemukan di luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kamis (27/9/2019) malam.

Namun, identitas mayat perempuan itu masih misterius karena tidak ditemukan bukti identitas dan kondisinya juga sudah setengah membusuk.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP M Kariri, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (28/9/2018), mengatakan saat ini mayat perempuan itu masih menunggu autopsi di RSUD dr. Moewardi Solo.

Rencananya autopsi akan dilakukan pada Sabtu (29/8/2018). “Dokter forensik yang bisa memperkirakan, saat ini sedang meunggu tim untuk autopsi. Dugaan penyebab kematian dan lama korban meninggal yang bisa menentukan dokter forensik,” ujar Kariri.

Ia menambahkan petugas tidak menemukan kartu identitas pada tubuh perempuan yang setengah tubuhnya telah membusuk itu. Namun, mayat itu dapat dikenali sebagai perempuan dari pakaiannya. Di dekat tubuh perempuan itu ditemukan pula helm berwarna ungu.

Mayat perempuan itu kali pertama ditemukan mahasiwa peneliti dari Fakultas Geologi UGM Yogyakarta yang sedang melakukan penelitian dan pencarian gua di Desa Gambirmanis sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis.

Saat memasuki mulut luweng atau goa vertikal, mahasiswa bernama Muhammad Hafis, 26, itu menemukan sesosok mayat pada kedalaman 15 meter kemudian dia melaporkan hal itu ke Polsek Pracimantoro.

Mayat perempuan itu berhasil dievakuasi dengan bantuan tim SAR sekitar pukul 21.45 WIB. Camat Pracimantoro, Warsito, mengatakan selama ini belum menerima laporan warganya yang kehilangan anggota keluarga.

"Warga tidak mencium bau meski mayat sudah dalam kondisi membusuk karena posisi mayat itu cukup dalam di luweng. Meskipun luweng berada di lahan yang digarap warga, bau busuk tersamarkan," jelas Warsito.