Warga Ingin Flyover Dibangun di Simpang Joglo Solo Setelah Purwosari

Kondisi jalan simpang Joglo Selasa (18/9 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
29 September 2018 13:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah warga di kawasan Solo utara berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengupayakan pembangunan jalan layang (flyover) di simpang Joglo setelah flyover Manahan dan flyover Purwosari rampung.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Nusukan Solo, Lilik Kusnandar, menyebut rencana pengembangan kawasan Solo utara sudah secara masif dibicarakan antarwarga maupun dengan pemerintah sejak 8 tahun lalu.

Saat itu dibahas pengembangan kawasan Solo utara di wilayah perbatasan Nusukan dengan Kadipiro salah satunya bisa diwujudkan dengan pembangunan flyover di simpang Joglo. Namun, hingga sekarang harapan warga tersebut belum bisa direalisasikan. Lilik pun berharap pembangunan flyover di simpang Joglo bisa dikerjakan setelah flyover Manahan dan flyover Purwosari rampung.

"Dari dulu kami berharap bisa dibangunkan jalan layang di simpang Joglo. Kami sudah mengusulkan hal itu kepada pemerintah tapi memang belum bisa direalisasikan. Alhasil, simpang Joglo masih sering macet hingga sekarang," kata Lilik saat berbincang dengan solopos.com, Jumat (28/9/2018).

Lilik mengatakan warga bersama Pemerintah Kelurahan Nusukan sering kali menggelar diskusi membahas program pembangunan wilayah Nusukan. Dalam diskusi tersebut, warga dan pemerintah kelurahan kerap turut mengundang pejabat perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Solo.

Hal itu dilakukan warga agar pejabat dari OPD bisa langsung mendengarkan atau menangkap usulan pembangunan kawasan Solo utara dari warga. Dia meyakini bukan hanya warga Nusukan dan Kadipiro yang menginginkan flyover, tapi juga warga lain dari berbagai daerah yang selama ini rutin lewat simpang Joglo.

"Kami mencoba merangsang realisasi pembangunan kota dengan menggelar acara rembuk bersama. Tapi hasilnya memang belum memuaskan. Banyak usulan atau harapan dari warga yang belum ditindaklanjuti pemerintah. Warga tentu tak mampu jika harus menggarap agenda pembangunan infrastruktur kota sendiri," jelas Lilik.

Meski demikian, Lilik tetap mengapresiasi langkah pemerintah yang tengah membangun kembali jembatan Tirtonadi. Menurut dia, warga Nusukan dalam forun pertemuan atau rapat selama ini kerap menyinggung kebutuhan pembangunan jembatan tambahan di utara Terminal Tirtonadi.

Lilik menyebut, kondisi jembatan sebelumnya diketahui sudah tidak mampu lagi menampung volume kendaraan yang masuk perempatan Tirtonadi, terutama saat jam sibuk masuk dan pulang kerja/sekolah.

"Pembangunan kawasan Solo utara menurut saya memang perlu dimulai dengan pembenahan infrastruktur jalan. Saya yakin perekonomian masyarakat akan berkembang seiring dengan tersedianya akses jalan yang mendukung kelancaran arus lalu lintas," ujar Lilik.

Warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Eko Wiyono, juga berharap pemerintah bisa segera membangun flyover di simpang Joglo. Infrastruktur jalan tersebut diperlukan untuk mempeelancar arus lalu lintas dari arah Nusukan ke Kadipiro, Nusukan ke Sragen/Purwodadi, Kadipiro ke Komplang, dan lain sebagainya.

Dia menyaksikan kondisi arus lalu lintas di simpang Joglo selama ini kerap macet padahal tidak ada kereta yang tengah lewat. Eko pasrah kepada pemerintah akan membuat flyover di simpang Joglo seperti apa. Warga hanya butuh akses jalan yang lebih baik supaya bisa terhindar dari kemacetan di simpang Joglo.

"Kalau bisa ya flyover dibangun secepatnya di simpang Joglo. Kondisi arus lalu lintas di sini kan sering ruwet. Pasalnya di simpang Joglo banyak ditemui pertemuan arus kendaraan. Belum lagi ditambah kondisi jalan yang sering rusak. Jadi kendaraan roda dua khususnya kelihatan melaju pelan ketika sampai di simpang Joglo," jelas Eko.