Bupati Sukoharjo Minta PT RUM Hentikan Uji Coba Produksi

PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo (Solopos/Trianto Hery Suryono)
29 September 2018 06:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, meminta PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter menghentikan sementara uji coba produksi mereka.

Penghentian itu sembari melakukan berbagai pembenahan untuk menghilangkan limbah udara. Bupati menerbitkan surat nomor 660 1/4079/IX/2018 tertanggal 28 September 2018 yang ditujukan kepada pimpinan PT RUM.

Surat itu mengacu pada surat resmi yang dikirim pengurus MasyaraBupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, meminta PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter menghentikan sementara uji coba produksi mereka.kat Peduli Lingkungan (MPL) yang berisi permintaan penghentian sementara uji coba produksi pabrik. Warga setempat masih mencium bau tak sedap saat uji coba produksi di pabrik.

Selain itu, hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo juga menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan menghentikan sementara uji coba produksi PT RUM. Sebelumnya, tim DLH Sukoharjo turun lapangan di sekitar pabrik dan Sungai Bengawan Solo pada 25 September.

Kepala DLH Sukoharjo, Djoko Sutarto, mengatakan manajemen PT RUM telah berupaya maksimal menghilangkan bau limbah. Mereka telah melaksanakan tiga langkah pengurangan bau sesuai sanksi administrasi yang diberikan Pemkab Sukoharjo pada Februari 2018 lalu.

Namun, pada praktiknya masih muncul bau tak sedap selama proses uji coba produksi. “Manajemen PT RUM diminta menghentikan sementara uji coba produksi sembari membenahi pola pengurangan bau. Jika sudah dibenahi uji coba produksi bisa dilanjutkan,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat (28/9/2018).

Djoko mengklaim progres pengurangan bau dari pabrik cukup signifikan. Dia tak memungkiri masih muncul bau tak sedap yang berasal dari pabrik. Namun, radius bau tak sedap yang tercium warga berkurang drastis dibanding pada 2017 lalu.

Warga setempat diminta tidak mendramatiskan saat mencium bau tak sedap saat pabrik uji coba produksi. “Jangan terlalu mendramatiskan kondisi. Sedikit-sedikit mencium bau tak sedap lantas bereaksi. Bau yang muncul hanya tercium di sekitar wilayah Desa Plesan. Tak seperti dulu lagi,” papar dia.

Sementara itu, Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro, mengaku telah menerima surat dari Bupati yang berisi perintah penghentian sementara uji coba produksi. Selama ini, manajemen PT RUM telah memasang mesin kendali bau gas atau web scrubber.

Tak hanya itu, alat yang bisa memonitor keluaran gas atau continuous emission monitoring system (CEMS) juga telah dipasang di sejumlah lokasi di sekitar area pabrik.

Dalam waktu dekat, manajemen PT RUM bakal bertemu dengan Bupati untuk memaparkan progres dan upaya penanganan limbah udara.

“Sampel air sungai sedang diuji laboatorium Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jateng. Sekarang kami masih menunggu hasil uji laboratorium itu. Selain itu, kami juga bakal memasang continuous ambient monitoring system [CAMS],” kata dia.